Pada Sore yang Singkat

Kutipan


Oleh: Fitri A.B.

“Begitu banyak hidup orang berubah lantaran sebuah pertemuan. Disebabkan hal itu, umat Islam disarankan melihat banyak tempat dan bertemu dengan banyak orang supaya nasibnya berubah” (Andrea Hirata, Padang Bulan)

Selepas menunaikan amanah Mamak dan membeli tiket kereta api untuk perjalanan rutin saya setiap minggu, saya melanjutkan langkah ke UIN SU. Menunaikan janji untuk menemui seorang dosen sekaligus seorang teman dan kakak bagi saya. Beliau saya panggil kak Yani. Sudah lama sekali tidak bertemu tapi beliau masih berkenan membawakan oleh-oleh untuk saya dari Filipina. Yes, beliau baru saja kembali dari Filipina mengikuti Management Training. Proud of her, soalnya setelah saya tanya untuk bisa ikut program ini harus lolos seleksi dan beliau ada di peringkat pertama yang berhasil lolos dalam seleksi itu.

Sampai di UIN SU, kami tidak langsung bertemu. Saya menunggu di lobi jurusan sebab beliau sedang mengajar.  Alhamdulillah, selama menunggu saya bertemu dengan beberapa dosen saat S1, terutama dosen Bahasa Inggris.  Senang sekali bahwa ternyata mereka masih ingat nama saya. Selepas bertemu 1 dosen, bertemu dengan dosen yang lainnya. Percakapan pun mengalir begitu saja. Percakapan berisi harapan, doa dan ingatan saat saya masih menjadi mahasiswa mereka. Saya seperti sekarang ini salah satunya juga karena mereka.

Kemudian, saya memilih menunggu kak Yani di luar gedung jurusan. Suara yang tidak asing di telinga saya memanggil dari jarak sekitar 3 meter. Miss Mary, salah satu dosen Bahasa Inggris saya saat S1 memanggil saya. Saya salam tangannya sambil menanyakan kabarnya. Dulu, beliau masih single saat mengajar kami dan sangat akrab dengan kami, saya yakin dengan mahasiswa di kelas lain pun begitu. Percakapan kami pun berisi ingatan masa lalu, harapan dan doa. Bertemu dengan orang-orang di masa lalu selalu mengantar hikmah yang banyak, apalagi jika orang tersebut adalah orang yang kita senangi dan kagumi.

Kak Yani datang sebelum percakapan saya dan Miss Mary selesai. Rupanya kak Yani dan Miss Mary juga cukup dekat. Beberapa menit lamanya saya, Miss Mary dan kak Yani bercakap-cakap. Percakapan dan pertemuan tadi seakan-akan percakapan dan pertemuan yang pernah begitu dirindukan. Lagi, percakapan kami masih tentang ingatan masa lalu, harapan dan doa. Beberapa jam berada di UIN SU ternyata mempertemukan saya dengan orang-orang hebat dan memberikan saya banyak hikmah.

Akhir percakapan kak Yani izin shalat Ashar dan Miss Mary pulang. Saya menunggu kak Yani di taman dekat gedung jurusan sambil membaca buku. Sesekali pandangan saya, saya layangkan ke beberapa sudut kampus. Kampus ini sudah mengalami banyak perubahan tapi semua kenangan sepanjang berkuliah tak satu pun yang ikut berubah. Mereka lekat, abadi dan mengikuti panjang asa saya.

Ah ya, kadang kebaikan dan kebahagiaan itu tidak harus berbentuk materi. Orang-orang baik yang hadir di sekitar kita juga sebentuk kebaikan dan kebahagiaan yang perlu disyukuri. Sebab itu saya bersyukur sudah Allah pertemukan dengan orang-orang baik di sepanjang hidup saya. Mereka hadir tanpa pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya, tapi mereka hadir di atas skenario Allah. Kita yakin saja, pada setiap pertemuan dan silaturrahim yang terjalin selalu punya makna.

Seperti pertemuan dan percakapan yang terjadi di antara saya dan Kak Yani. Pertemuan kami sangat singkat tapi tiap percakapan yang terjadi menyisakan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik sampai saya menuliskan ini. Banyak hal kami bincangkan seakan sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Mulai dari kabar, pekerjaan, hobi, perjalanan yang sudah dilakukan akhir-akhir ini dan juga “petualangan” mencari dan menanti jodoh. =D

“Mereka yang sudah menikah dengan yang belum menikah,” kata Kak Yani mengulang perkataan teman lamanya, “punya kesempatan yang sama untuk berbuat baik.” Kalimat ini dalam sekali, bukan? Ampuh untuk menghibur hati para jomblo yang sedang galau menunggu atau mencari jodoh. Belum menikah tak boleh menghambat semangat kita untuk terus berbuat baik. Bukankah Allah membalas tiap kebaikan walau besarnya hanya seukuran biji Sawi? Bisa jadi Allah akan membalas kebaikan itu dalam bentuk jodoh yang selama ini kita tunggu. Biar Allah saja yang menentukan waktunya. Biar Dia saja yang mengatur bagaimana pertemuan itu. Kita berbuat baik saja, perbanyak doa dan silaturrahim.

Di balik semua yang terjadi di dunia ini memiliki hati yang peka adalah salah satu hal yang penting. Hati yang peka memudahkan kita untuk mengambil hikmah untuk setiap hal yang terjadi di hidup kita. Hati yang peka selalu bersyukur untuk setiap kebaikan atau apapun yang terjadi di hidupnya. Mengerti bahwa berterima kasih pada orang lain juga sebentuk rasa syukur pada Allah sebab sudah menjadikan orang tersebut sebagai perantara yang membawa kebaikan atau pertolongan baginya. Hati yang peka pada akhirnya dengan penuh sadar mengatakan, “Allah, biarpun Kau belum memberikan purnama itu, tapi aku bersyukur sebab Kau sudah  menghadirkan bintang-bintang yang bersinar di sekitar hamba.”

Bagi yang belum mendapatkan jodoh, anggap saja purnama itu adalah jodoh. Bagi yang menginginkan pekerjaan yang baik dan berkah, anggap saja purnama itu adalah pekerjaan itu. Anggap saja purnama itu adalah keinginan terbesar di hidup kita yang sampai saat ini belum juga kita dapatkan. Bintang-bintang itu tentu saja kebaikan yang tak habis-habisnya Allah beri pada kita. Mari bersabar dengan sebaik-baik sabar. =)

My bedroom, 28 Oktober 2015

#Selamat Hari Blogger Nasional dan Sumpah Pemuda. Saya bangga jadi pemuda sekaligus blogger. =) Kak Yani, segera buat blog ya. Terima kasih banyak oleh-oleh Filipina-nya. Jazakillah. Semoga murah rezeki dan segera dipertemukan Allah dengan jodoh terbaik. ^_^

Iklan

Karena si Kecil Perlu Nutrisi dan Stimulasi Tepat

Kutipan


Oleh: Fitri A.B.

“We may not be able to prepare the future for our children, but we can at least prepare our children for the future.” (Franklin D. Roosevelt)

Anak yang cerdas terbentuk dari Ibu dan Ayah yang cerdas dalam memberikan nutrisi dan stimulasi yang tepat. Walau belum menjadi Ibu, it’s very happy for me karena bisa hadir di parenting seminar keren yang diadakan oleh Dancow, 12 September 2015 di Hotel Grand Serela Medan. Acara keren ini berjudul: “Lindungi Eksplorasi si Kecil dengan Nutrisi dan Stimulasi Tepat.” Keren karena diisi oleh narasumber para pakar di bidang nutrisi dan tumbuh kembang anak dan psikolog seperti dr. Diana Sunardi, M.Gizi., SpGK.,  Dra. Ratih Ibrahim, MM,Psi, dan Sari Sunda Bulan AMG., yang dipandu oleh Shahnaz Haque sebagai moderator.

Acara ini semakin keren karena selain ada tanya jawab, juga ada demo masak makanan kaya nutrisi oleh Chef Sunaardi, pembagian hadiah bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari moderator dan pemenang kuis live tweet serta facebook, goodie bag bagi pengisi angket dan doorprize bagi yang beruntung. Selain itu, bagi orangtua yang membawa anak dan sedang berulangtahun ke-1 dan 2 pada tanggal 1 hingga 12 September 2015 maka berhak mendapatkan hadiah spesial dari Dancow. Kekerenan acara ini terbukti dengan banyaknya para orangtua yang hadir bersama para buah hati mereka. Suryo Agung Setiaji selaku Dancow Parenting Center Manager PT. Nestle Indonesia Suryo mengatakan, “Kami memahami tidak ada sekolah untuk orangtua. Oleh karena itu, Dancow Parenting Center ingin menjadi mitra terpercaya orangtua dalam memastikan tumbuh kembang anak yang optimal dengan memenuhi tiga kebutuhan dasar yaitu perlindungan, stimulasi, dan fisik serta kasih sayang.”

Dalam acara ini saya hadir bersama beberapa teman blogger Medan, kak Tikka, Ririn, Tiwi, Putri dan Ucha sebagai undangan. Ini menjadi salah satu unforgetable moment untuk kami. Well, sesaat lagi Anda akan membaca point penting dari isi seminar tersebut. =)

  • Mengapa nutrisi penting? Ini jawabannya!
  • Pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang perlu dipantau oleh para orantua meliputi pertumbuhan, perkembangan otak dan perlindungan si kecil.
  • Fakta probiotik: Probiotik dapat ditemukan pada sumber makanan alami, jumlah probiotik 10x lebih banyak dibandingkan jumlah sel tubuh manusia, mikroorganisme hidup yang ketika diberikan dalam jumlah yang cukup akan memberikan keuntungan pada host (manusia) dan adapun manfaat probiotik: membantu kesehatan saluran cerna dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh
  • Pengaturan makan si kecil bisa dilakukan dengan memperhatikan jadwal makan yang konsisten, jenis makanan dan jumlah makanan yang diberikan.
  • Tips praktis untuk memenuhi kebutuhan si kecil:
  • Upayakan kecukupan asupan asam lemak esensial, probiotik, dan prebiotik untuk mendukung tumbuh kembang anak dan pencegahan penyakit
  • Cuci tangan setelah BAB, sebelum mempersiapkan hidangan, dan sebelum memberikan makanan kepada anak
  • Lindungi anak dari gigitan nyamuk malaria dan/ atau demam berdarah
  • Tetap memberikan makanan dan minuman termasuk ASI saat anak sakit
  • Nutrisi harus didukung dengan stimulasi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si kecil.
  • Picky eating atau kebiasaan hanya mau makan makanan pilihan umumnya muncul saat anak usia 2 tahun, dan bisa menetap hingga usia 6 tahun. Hal ini dapat terjadi karena sedang belajar mengunyah, sedang sakit, sedang mengembangkan selera makan dan menu yang disajikan kurang variatif dan tidak menggugah selera
  • Tantrum lumrah terjadi pada anak usia 1-3 tahun, yaitu perilaku anak yang mengekspresikan marah/ frustasi dengan menendang, berteriak, merengek, menangis, memukul, menahan napas, menggigit, membanting kepala atau meninju. Perilaku ini dapat terjadi karena anak tidak mampu melakukan sesuatu yang ia inginkan, diminta melakukan sesuatu ketika tidak mau, terlalu lelah/ bersemangat/ lapar, mencari perhatian, dan telah melalui proses belajar dari pengalaman bahwa dengan tantrum anak akan mendapatkan reward.
  • Stimulasi digital merupakan alat bantu yang melengkapi proses belajar sehingga lebih optimal, efektif dan menyenangkan. Stimulasi digital tidak boleh menggantikan stimulasi kegiatan yang nyata: bercengkrama dengan orangtua, beraktivitas outdoor.
  • Interaksi antara orangtua dan anak perlu untuk mendukung perkembangan anak. Hal ini bisa dilakukan dengan: menjadikan anak subjek penerapan pendidikan dan pengasuhan yang benar, mampu berkomunikasi dengan anak, memahami proses tumbuh kembang anak dan mngupayakan apa yang diperlukan anak, memantau dan memberikan pola asuh dengan penuh kasih sayang, mampu menyiapkan dan memilih sekolah yang tepat bagi anak serta safety learning environtment at home for kid, dan mampu menjadi good role model, memelihara kesehatan fisik dan mental serta mengelola relasi yang harmonis dengan pasangan.
  • Tips membuat susu: air panas (bukan yang baru mendidih) lebih dahulu dituang ke gelas, lalu kemudian susu.

Senang sekali jika di lain waktu bisa kembali hadir di acara seminar parenting seperti ini. So, thank you so much for Dancow untuk acara keren ini. Menjadi orangtua bukan pekerjaan mudah tapi juga bukan pekerjaan yang berat. Tidak mudah karena anak adalah titipan istimewa dari Tuhan yang harus kita sayang, jaga dan didik agar menjadi insan yang cerdas tapi juga religius. Tidak berat jika para orangtua mau untuk terus belajar menjadi orangtua yang baik dan tidak malas menambah pengetahuannya.

Sekilas Info

Dancow Parenting Center (DPC) diluncurkan pada tahun 2004 dengan visi menjadi mitra terpercaya orangtua untuk tumbuh kembang anak dan hadir berdasarkan pemahaman bahwa pertumbuhan fisik dan mental anak adalah dua hal penting yang membutuhkan perhatian yang sama. Bunda dan Ayah bisa mendapatkan informasi seputar DPC dan berbagai aktivitasnya di ranah online dan offline melalui facebook Dancow Parenting Center, twitter @DANCOWCenter dan http://www.dancow.co.id/dpc.

(Foto-foto menyusul ya. Jaringan sedang tidak bersahabat =D)