Tausiyah Cinta: Tausiyah Untuk Cinta


Oleh: Fitri A.B.

“Libatkan Allah dalam segala hal.” (Tausiyah Cinta)

Akhir tahun 2015, dunia perfilman diramaikan dengan film-film bagus dan keren.  Ada Bulan Terbelah di Langit Amerika, Tausiyah Cinta, dan lain-lain. Sampai bingung mengalokasikan uang yang pas-pasan mau dipakai untuk menonton yang mana dulu. =D Meski banyak pilihan film tapi gak sampai bikin saya istikharah, sebab nanti ceritanya bakal berjudul Istikharah Cinta. Karena ini hanya memilih film, bukan jodoh. -_- =D Pada akhirnya, saya bertakdir menonton Tausiyah Cinta dengan seorang adik yang juga rekan kerja saya. Bulan Terbelah di Langit Amerika, tunggu ya! Insya Allah juga akan ditonton.

tausiyah cinta  Tausiyah Cinta sebuah film islami yang mengusung tema tentang cinta dan persahabatan, terutama cinta sebagai hubungan vertikal antara seorang hamba dengan Tuhannya. Film berdurasi 105 menit ini diperankan oleh Rendy Herpy (Lefan), Hamas Syahid Izzuddin (Azka), dan Ressa Marheni (Rein) sebagai tokoh utama dengan Humar Hadi sebagai sutradaranya. Skenarionya sendiri ditulis oleh Umank Ady, Yuli Retno Winarsih, Maryah El Qibthiyah, dan Nadia Silvarani. Ah ya, Irwansyah dan Meyda Sefira juga turut membintangi film ini.

Film ini bercerita tentang perjuangan hidup Lefan, seorang laki-laki tampan tapi terbiasa dengan kehidupan malam dan glamour yang melewati banyak kepahitan di dalam keluarganya. Ayah Lefan menjadi penyebab meninggalnya Ibu Lefan. Hal ini membuat Lefan sangat terpukul dan bertekad untuk membuktikan kepada Ayahnya bagaimana seharusnya memperlakukan seorang perempuan. Pergulatan batin Lefan mengantarkannya pada pertemuan dengan Azka dan Rein di kemudian hari. Azka adalah seorang arsitek muda berbakat, sholeh, rupawan dan penghafal Quran. Kharisma yang Lefan tidak lihat ada pada ayahnya, ada pada Azka. Lefan dan Azka dipertemukan oleh sebuah proyek di kantor mereka. Proyek itu mengawali persahabatan mereka. Jawaban-jawaban atas pergulatan batin yang Lefan alami pelan-pelan ia dapatkan dari keakrabannya dengan Azka. Perubahan Lefan menjadi pribadi yang baik dari sebelumnya tidak terlepas dari peran Azka juga. Proyek itu juga yang mempertemukan mereka berdua dengan Rein, seorang mahasiswa semester akhir yang sedang menyelesaikan skripsi, cerdas, sholehah dan tegas. Pada sosok Rein, Lefan menemukan sesuatu yang tidak ada pada pada sosok kakaknya, Elfa.

Lefan diam-diam menyukai Rein dan berniat untuk melamarnya. Di lain sisi, ternyata Ayah Rein sudah berniat untuk menjodohkan Azka dengan Rein. Pertemuan Ayah Rein dengan Azka pun bukan pertemuan yang direncanakan. Ayah Rein hanya mendengarkan suara Azka saat Azka berdiskusi dan menyetorkan hafalan Qurannya pada seorang Ustadz di sebuah masjid. Jadi Ayah Rein berniat menjodohkan anaknya dengan Azka, laki-laki sholeh yang wajahnya sama sekali belum ia kenal. Bagian cerita ini juga turut menjadi konflik yang menarik dalam film ini.

Ending cerita ini tidak terduga. Di awal, saya berpikir kalau Rein pasti akan menikah dengan si A. Kalau tidak dengan si A ya si B. Tapi rupanya juga bukan. Bagaimana endingnya dan cerita lengkapnya? Kamu harus nonton filmnya Reguler kabarnya bakal tayang mulai 7 Januari 2016 ini. =D Durasi film yang kurang lama dan ending yang tak tertebak tapi keren dan menyentuh bikin saya gregetan. Film ini berhasil menguras emosi dan air mata penontonnya sepanjang menonton, termasuk saya. Konflik dan hal-hal yang terjadi di film ini tidak jauh dari kehidupan yang kita alami di dunia nyata, dunia ikhwan dan akhwat.

Film ini membawa banyak pesan dan hikmah lewat setiap adegan dan kalimat-kalimat yang disampaikan oleh pemainnya. Pesan dan hikmahnya tidak jauh-jauh dari soal bagaimana menyikapi hidup, menjaga hati, memilih teman hidup dan positive thinking terhadap semua takdir Allah. Bikin saya banyak bercermin tentang pribadi dan harapan-harapan saya selama ini. Jadi teringat pengertian tentang masalah dalam penelitian. Masalah itu kalau harapan tidak sesuai dengan kenyataan kan? Jadi, agar hidup tidak penuh dengan masalah upayakan agar harapan sesuai dengan usaha, agar nanti kenyataan yang terjadi sesuai atau tidak jauh-jauh dari harapan. Saya setuju dengan perkataan bahwa hasil tidak pernah mengkhianati usaha.

Alur cerita dalam film ini alur maju mundur dan semua tokoh serta ceritanya memiliki tautan atau benang merah. Positifnya film ini adalah film ini berhasil “memasyarakatkan” beberapa nilai-nilai keislaman yang sering terlupakan atau disepelekan dengan kemasan yang menarik, manis dan tak menggurui. Misalnya soal taaruf dan bagaimana berinteraksi dengan yang bukan muhrim. Semoga semua hikmah film ini sampai ke semua penonton dengan seutuhnya. Film ini juga menasehatkan kita  tentang bagaimana menyikapi hidup, berbuat baik kepada kedua orangtua, menjadi anak, kakak/adik serta orangtua yang baik dan bertanggungjawab, bersahabat dengan tetap saling mendoakan dan mengingatkan, tegas dalam mengamalkan syariat Islam, bijaksana memaknai ujian hidup dan kesabaran dalam menunggu, mencari dan memilih pasangan hidup.

Jodohmu Cerminan Dirimu

Berhubung saya jomblo dan rekan-rekan yang menunggu ulasan ini juga banyak yang jomblo, jadi bagian ini agak sedikit disoroti. =D Perjalanan Lefan, Rein dan Azka dalam bertemu jodoh mereka tidak terkira. Sekuat apapun kita mengupayakan sesuatu, kalau Allah berkehendak lain, maka kehendak Allah lah yang terjadi dan terbaik. Jodoh, jodoh dan jodoh, rahasia Allah yang paling ditunggu-tunggu di tiap episode kehidupan manusia. Sebentuk misteri yang ketika terkuak, terkuaklah banyak hikmah dan kebaikan.

Dalam cerita ini, pada akhirnya Rein berjodoh dengan laki-laki yang tidak jauh dari cerminan dirinya. Rein yang sholehah berjodoh dengan laki-laki sholeh yang baik urusan dunia dan akhiratnya. Pertemuan mereka hingga ke akad pun terjaga dan rasanya penuh berkah dan kemudahan. Ini kan hanya film. Iya, benar ini hanya film. Tapi film sedikit banyaknya terinspirasi dari kehidupan nyata. Teringat perkataan Ustadz Salim A. Fillah, “Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataukah haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda rasa berkahnya.” Jleb sekali perkataan ini kan? =)

“Karena cinta itu ditumbuhkan, bukan dicari.” Benar, benar sekali perkataan Rein dalam film ini. Kalau sosok yang Allah takdirkan menjadi teman hidup kita adalah orang sholeh dengan jalan pertemuan dan akad yang terjaga dan berkah, cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya. Bahkan, Allah jaga agar cintanya tidak hanya tumbuh tapi bersemi sepanjang usia, bahkan sampai ke akhirat. Film ini diakhiri dengan perkataan manis nan romantis dari Rein kepada adiknya saat memandangi suaminya yang sedang mengulang hafalan Qurannya di salah satu sisi rumah mereka, “Karena tampan itu berdurasi, hanya yang berakhlaklah yang selalu menyejukkan hati.” Saya juga setuju dengan ini.

Sahabat, film ini mengajak penontonnya bercermin ke dalam diri masing-masing sambil mengingati harapan-harapan terbaik dalam hidup. Bagaimana Allah akan memberi jodoh yang baik, kalau kita tidak pernah berupaya menjadi baik? Sudah sebanyak apa hafalan Quran kita hingga kita merasa pantas mendapat sosok penghafal Quran? Sebaik apa kita terhadap orang-orang di sekitar kita, kedua orangtua dan keluarga kita sehingga kita merasa berhak untuk mendapatkan banyak kebaikan? Mari bercermin. =)

Yang belum bertemu jodohnya, keep optimistic and positive thinking. Libatkan Allah dalam segala hal, begitu pesan lain yang disampaikan film ini. Melibatkan Allah berarti mengingati Allah dalam tiap waktu. Bagaimana mungkin Allah melupakan orang-orang yang senantiasa mengingatiNya? Bagaimana mungkin Allah mengabaikan harapan orang-orang yang selalu melibatkanNya? Izinkan saya menutup ulasan film ini dengan perkataan ini, “Andai kamu tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu,” begitu Ibnu Qayyim mengatakan, “pasti hatimu akan meleleh karena cinta kepada-Nya.” “Maka bersabarlah dengan sabar yang baik”, begitu Allah mengingatkan kita dalam QS. Al-Ma’aarij: 5.  =)

 

Rumah, 1 Januari 2016.

#Oh ya, jangan lupa nonton Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) juga ya. Insya Allah akan tayang bulan ini. KMGP is the great movie for you. =)

 

 

Iklan