Semua Akan Jenuh Pada Waktunya


Oleh: Fitri A.B.

“Carilah tiga tipe teman yang harus didekati dan miliki, kegembiraan, ketenangan dan semangat yang tinggi. Tiga musuh yang engkau harus jauhi, yaitu sifat pesimis, bimbang dan putus asa.” (Syeikh Aidh Al Qarni)

Ada saat di mana kita merasa jenuh, bosan, dan tak semangat menjalani hari-hari. Bukan sesuatu yang kita sengaja tetapi memang sekelompok perasaan itu datang begitu saja. Kadang, sesungguh apapun kita mencari penyebabnya, kita tetap tidak menemukannya. Justru, kita semakin bertambah jenuh, bosan, dan tak semangat.

Bagaimana jika yang kita cari tidak hanya penyebabnya, tetapi juga solusinya? Saat menuliskan ini, saya pun sedang berada di titik jenuh, bosan dan tak semangat. Tapi hidup bukan hanya titik. Tidak boleh terhenti di satu titik. Kita harus mencari dan memiliki “koma” dan “spasi” dalam perjalanan kita. Koma dan spasi itu menjadi jeda atau ruang bagi kita untuk memikirkan atau melakukan hal-hal baru. Memikirkan dan melakukan sesuatu yang membuat hidup kita lebih bersemangat.

Lalu, bagaimana caranya agar kita kembali bersemangat, tidak jenuh dan bosan? Berikut beberapa tips dari saya.

  1. Datangi Allah. Banyak cara untuk mendatangi dan “bercakap-cakap” dengan Allah, misalnya lewat shalat-shalat sunnat, doa-doa di ujung sajadah kita atau di saat kapan saja saat senang atau susah kita dan tilawah Qur’an. Pertanyaannya kemudian adalah kapan terakhir kali kita melaksanakan shalat dhuha atau tahajjud, berdoa dan bersimpuh pada Allah dengan sepenuh hati? Kapan terakhir kali kita membaca Al-Qur’an? Ayuk kita datangi Allah lewat ibadah-ibadah itu, kawan!
  2. Menulis, menulis, dan menulis. Bagaimana mau menulis sementara dalam keadaan jenuh, bosan dan tak bersemangat? It’s easy! Tuliskan saja kejenuhan, rasa bosan dan tak semangat itu apa adanya, seperti yang saya lakukan ini. =D “Mengungkapkan berbagai peristiwa yang pernah dialami dalam hidup”, begitu James Pennebaker, Ph ungkapkan dalam bukunya Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotion, “ dalam bentuk tulisan dapat memberi pengaruh terhadap otak dan sistem pertahanan tubuh.” Penemuan lain yang ia dapatkan adalah menulis dapat mengurangi kecemasan dan depresi. Orang yang menuliskan emosi yang bersifat positif cenderung lebih sehat. Ayo, buktikan kalau kurang percaya! =)
  3. Membaca membuat kita tidak hanya tahu banyak hal, tapi juga peka dengan kehidupan ini. Rasa tahu dan kepekaan itu mendorong kita untuk aktif, optimis dan dinamis. Tidak salah jika perintah yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah adalah membaca. Iqra! Ingat, bukan hanya buku yang bisa dan perlu kita baca. Alam, orang-orang di sekitar kita, dan kehidupan ini juga perlu kita baca.
  4. Senyum, sapa, dan silaturrahim. Saat tersenyum siapa yang tahu kalau sebenarnya hati kita sedang jenuh, bosan dan tak semangat. Saat tersenyum lalu menyapa hingga mengobrol dengan orang lain seringnya membuat kita lupa kalau kita sedang tak bersemangat. Senyum, sapa dan bersilaturrahim ampuh membuat hati dan pikiran kita yang jenuh untuk kembali bersemangat. Apalagi kalau ternyata, orang yang kita temui atau ajak ngobrol menawarkan kita hal-hal baik dan bermanfaat atau mengajak kita untuk mengikuti kegiatan-kegiatan positif.
  5. Refreshing bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak biasa atau sudah lama tidak kita lakukan. Misalnya piknik, jalan-jalan, makan bersama sahabat, ke toko buku atau berolah raga. Tubuh dan pikiran kita juga punya hak, bukan? =)
  6. Ice cream, cokelat atau segelas cokelat hangat. Ketiga hal ini ampuh membuat mood saya kembali normal, apalagi dinikmati bersama orang-orang tersayang, apalagi kalau ditraktir #eh. =D Mungkin Anda bisa mencobanya. Penelitian olehInstitute Psikiatri London tentang ice cream yang melibatkan para sukarelawan menghasilkan kesimpulan para sukarelawan merasa lebih nyaman setelah mengkonsumsi ice cream. Ice cream memiliki dampak terhadap orbitrofrontal cortex (bagian depan otak) yang mempunyai fungsi untuk menganalisis banyak hal. Kandungan kafein (walau tak sebanyak kopi) dan theobromine (bersifat vasodilator) yang melebarkan pembuluh darah pada cokelat mampu menciptakan rasa tenang dan nyaman serta suasana hati yang lebih baik.

Yes, that’s all. Lalu, bagaimana Anda mengatasi rasa jenuh, bosan dan tak semangat? Share di kolom komentar ya. =)

 

Sebab Cinta Selalu Sederhana


Oleh: Fitri A.B.

 

“Jalan cinta selalu melahirkan perubahan besar dengan cara yg sangat sederhana. Karena ia menjangkau pangkal hati secara langsung darimana segala perubahan dalam diri seseorang bermula. Bahkan ketika ia menggunakan kekerasan, cinta selalu mengubah efeknya, dan seketika ia berujung haru” (M. Anis Matta)

Ada yang terang-terangan mengekspresikan cintanya pada orang-orang di sekitarnya tapi ada juga yang diam-diam mengekspresikannya dalam bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh hati. Dua-duanya baik daripada sama sekali tak memiliki rasa cinta, peduli dan perhatian dengan orang-orang di sekitarnya. Mengeskpresikan cinta selalu melahirkan cinta yang baru dan bertambah-tambah. Berkah dan mententramkan jika cinta itu selalu diupayakan karena Yang Maha Cinta.

Cinta selalu sederhana. Tidak harus berbentuk materi. Cinta itu kadang cukup dengan tidak merokok setiap kali berada di dekat orang-orang tersayang, bahkan rela berhenti merokok. Perokok pasif lebih rentan terkena efek buruk dari asap rokok bukan? Cinta itu juga ketika kita menuangkan air putih untuk saudara kita walau ia tidak meminta untuk dituangkan. Cinta itu saat kita membuatkan dua cangkir teh dengan semangat untuk kedua orangtua. Cinta itu juga ada pada nasehat orang-orang yang peduli dengan kita. Cinta itu pun ada pada orang yang diam-diam mendoakan dan mengkhawatirkan kita, ada pada rasa khawatir dan doa kita pada saudara kita. Cinta juga selalu kita temukan pada ingatan dan ucapan rindu atau cinta orang-orang di sekitar kita, setiap kali mereka mengatakannya. Ya, sebab cinta selalu sederhana.

 

#Kisaran, 291115

(Terinspirasi saat melihat seorang Ayah yang merokok di antara anak-anak dan istrinya dan suasana di tempat makan Sabtu malam lalu. Bersyukur punya Ayah yang tidak merokok.)