Hari Tua Orangtua Kita


Oleh: Fitri A.B.

 

“Bagi yang punya orangtua, pergunakanlah kesempatan sekarang ini untuk membalas budi, gembirakan mereka, beri kabar mereka, surati mereka.”  (Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara)

 

Menuliskan ini bukan untuk menggurui sesiapa. Saya tuliskan ini agar menjadi salah satu pengingat bagi saya. Iman yang kadang naik dan kadang turun selalu saja mempengaruhi hati dalam berbuat baik. Menulis, membaca, bergaul, bertemu dan berdiskusi dengan orang-orang baik dan sholeh selalu ampuh untuk menjaga iman itu agar ketika ia naik, ia tidak membawa kita menjadi orang yang riya dan sombong. Agar ketika iman itu turun, tidak dalam waktu yang lama dan bergegas untuk berbenah dan memperbaikinya.

Hari itu saya kembali melakukan perjalanan Medan-Kisaran. Hari Kamis seperti biasa tidak sepadat hari Sabtu atau Minggu. Saya bertakdir satu gerbong dengan penumpang yang hampir semuanya adalah orang tua. Nyaris semuanya adalah orang tua dan tidak didampingi oleh anak atau keluarga mereka. Memandang ke sebelah kanan, ada orang tua. Begitu juga saat menoleh ke sebelah kiri, depan dan belakang saya. Saya menikmati suasana itu. Seakan ada yang berusaha keras mengetuk-ngetuk dan membuka hati saya sepanjang perjalanan itu, hingga akhirnya saya tergerak untuk menuangkannya dalam tulisan ini.

Pelan-pelan saya amati wajah dan senyum mereka. Mengamati hal seperti ini selalu saja memiliki rasa yang tidak terkata. Wajah dan senyum mereka seperti sedang berkata-kata. Pertanyaan yang muncul di benak saya, kemana anak-anak mereka? Apa anak mereka khawatir setiap kali mereka melakukan perjalanan seperti ini? Atau mereka hanya orangtua yang tidak ingin merepotkan atau mengganggu anak-anak mereka? Saya pun teringat dengan orangtua saya. Saat saya di gerbong itu dan memikirkan mereka, mereka sedang berjuang di tempat mereka bekerja demi anak-anaknya. Mamak bekerja sebagai seorang pengawas sekolah dan Ayah adalah seorang guru SMA. Mereka inspirasi saya dalam berbuat banyak hal. Ayah dan Mamak sahabat terbaik dalam segala hal.

Ah ya, pernahkah kita merencanakan bagaimana orangtua kita nanti melewati hari tuanya? Kalau belum, maka segera rencanakan. Rencanakan segala yang terbaik seperti saat mereka merencanakan masa depan yang terbaik untuk kita. Mari merencanakannya sambil mengingati  firman Allah dalam Surah Al-Isra’ ayat 23 ini:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra: 23)

Lalu, firman Allah berikut ini:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”(QS. Al-Ahqaf: 15)

Semoga Allah selalu berikan kita kemudahan dalam berbuat baik, berbakti, memuliakan dan membahagiakan kedua orangtua kita. Sehingga mereka tak sempat merasa bahwa mereka tidak kita pedulikan. Semoga pula kita tidak termasuk anak yang membiarkan orangtuanya melakukan perjalanan jauh dan dekat sendiri, membeli obat atau ke apotek sendiri, atau meninggalkan mereka berlama-lama sendiri di rumah. Baik kita memperlakukan orangtua, Insya Allah nanti kita pun akan baik diperlakukan oleh anak cucu kita. Sekali lagi, tulisan ini pengingat, terutama bagi saya. =)

 

Kisaran, 20 November 2015

 

Iklan

2 thoughts on “Hari Tua Orangtua Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s