Banyak Hal Di Balik Jendelamu


Oleh: Fitri A.B.

“People say that eyes are windows to the soul.” (Khaled Hosseini, The Kite Runner)

Beberapa orang yang saya temui dan amati dalam setiap perjalanan saya dengan jasa transportasi umum, kereta api atau bus misalnya, memilih duduk di dekat jendela karena mereka merasa akan lebih nyaman tidur di sisi itu. Beberapa lagi sebagai antisipasi agar di tengah perjalanan tidak mabuk atau m-nt-h. Bukan alasan yang salah dan mereka berhak untuk itu asal memang tetap memperhatikan hak dan kenyamanan orang yang ada di sekitarnya. Kalau begitu, ada berapa banyak orang yang memilih duduk di dekat jendela karena ingin menikmati setiap detail perjalanan? Menatap setiap landscape yang terhampar begitu indah dengan warna-warni buatanNya.

Tidak bosan saya katakan bahwa perjalanan dengan kereta api itu menyenangkan. Mulai dari menunggu kereta api datang, mengamati bangku tunggu dan setiap orang yang hilir mudik, petugas kereta api yang nge-cap karcis para penumpang sebelum naik kereta api, petugas kebersihan yang lalu lalang dari gerbong ke gerbong di waktu-waktu tertentu, masinis kereta api yang masih muda dengan seragam biru tuanya, orang-orang yang tertidur di kereta api, dan sebagainya. You know, these are interesting things for me walaupun perjalanan dengan kereta api rutin setiap 1 minggu sekali saya lakukan. Tidak terkata. Menatap landscape-Nya dari balik jendela kereta api juga sesuatu yang menyenangkan. Aih, tiba-tiba saya rindu perjalanan bersama teman-teman saya dengan kereta api Jakarta-Jogjakarta dan kereta api Malaysia. _

Ada banyak filosofi yang berhubungan dengan jendela. Ada yang mengibaratkan buku sebagai jendela, mata sebagai jendela, atau hati sebagai jendela. Pertanyaannya, kenapa harus jendela? =D Iya, kenapa harus jendela? Kalau ada sebuah rumah tanpa jendela dengan rumah berjendela, Anda memilih tinggal di rumah yang mana? Saya sudah pasti memilih rumah berjendela itu. Bahkan, saya pengin suatu saat nanti punya rumah yang jendelanya hampir setinggi saya, terutama jendela kamarnya dengan desain minimalis. Di dekat jendela itu ada meja tempat saya menulis ditemani secangkir teh panas atau segelas cokelat hangat. #eh ngayalsejenak =D

Jendela yang tertutup lalu kemudian dibuka saat matahari sudah mulai terbit mengantar energi positif bagi pemilik rumah. Udara yang masih segar berpadu dengan cahaya matahari dan ciutan sekelompok burung Gereja seperti ampuh menyemangati si pemilik rumah untuk segera memulai harinya dengan baik. Dari jendela itu, si pemilik rumah juga bisa menikmati langit biru, daun-daun yang jatuh, semilir angin, bahkan menyapa orang-orang yang kebetulan lewat. Dari balik jendelanya, ada banyak hal telah terbungkus degan indah. Setiap kali membukanya, rasa bahagia itu selalu datang. Semoga kita termasuk orang-orang yang merasakan bahagia itu dan selalu ingat untuk bersyukur pada-Nya.

Jika dikatakan buku adalah jendela dunia, karena setiap kali kita membaca buku pengetahuan kita yang sedikit menjadi bertambah, negara yang jauh terasa dekat, hal-hal yang kita pikir tidak mudah ternyata mudah, dan kesadaran untuk menjadi pribadi yang baik pun menggebu. Lalu, soal mata adalah jendela jiwa juga benar. Mata menjadi petunjuk apakah seseorang itu berkata benar atau bohong, sedang jatuh cinta atau tidak, fokus atau tidak, punya niat baik atau tidak dan lain sebagainya. Dari mata, kondisi jiwa seseorang seakan terlihat apa adanya. Kalau begitu selalu perbaiki kondisi jiwa kita agar mata kita menjadi jendela yang menyenangkan untuk dibuka dan kita semakin bijak dalam menilai dan memahami banyak hal.

Tentang jendela, saya teringat dengan sosok Totto-chan si Gadis Cilik di Jendela. Sudah baca bukunya? Jika belum, Anda harus membacanya. It is a recommended book for you. Totto-chan dengan kebiasaanya berdiri di jendela akan menyadarkan kita bahwa dunia ini menarik dan sangat berwarna. Ketika sebuah jendela dibuka oleh orang yang berbeda, berbeda pula kesan dan makna yang diperoleh. Kesan dan maknanya semoga sama-sama mengantar pada kebaikan dan rasa syukur kepada-Nya yang telah menciptakan mata, hati dan isi dunia ini dengan begitu rapi dan sempurna. Buku, mata, dan hati adalah beberapa jendela yang harus kita jaga dan rawat agar segala yang terlihat mendekatkan kita pada hal-hal yang baik. Selamat menikmati banyak hal di balik jendela Anda! =)

16 November 2015, Inspirasi dari Gerbong 2-Kursi 13 D Kisaran-Medan 14112015

Iklan

6 thoughts on “Banyak Hal Di Balik Jendelamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s