Kita Masih Harus Berjuang: Catatan Pasca Ramadhan


Oleh: Fitri A.B.

“Orang yang paling pantas mendapatkan kemenangan adalah orang yang telah berjuang keras” (Syeikh Aidh Al-Qarni)

cropped-im2.jpgRamadhan sudah berlalu dan segala puji bagi Allah kita masih diberi nikmat kesehatan hingga di Syawal 1436 Hijriah ini. Sudah dari beberapa hari yang lalu ingin menuliskan ini. Bukan untuk mengajari siapa-siapa sebab saya sendiri masih perlu banyak belajar, dinasehati, dan diingatkan terus menerus. Tulisan ini untuk mengingatkan saya. Alhamdulillah jika bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Setiap waktu adalah perjuangan untuk menjadi pribadi yang baik. Sendiri atau dikeramaian ada banyak hak yang harus kita penuhi dan kewajiban yang mesti kita lakukan. Kalau semua dilakukan karena Allah dan untuk menjadi pribadi yang mulia dihadapan-Nya maka semua akan bernilai ibadah. Semoga kita tidak lupa bahwa hakikatnya kita memang diciptakan untuk beribadah kepada Allah.

Seperti apa kekhusyukan kita saat beribadah sepanjang Ramadhan? Bagaimana pula kuantitas dan kualitasnya? Semoga kita termasuk yang selalu begitu terpesona dengan keistimewaan Ramadhan setiap kali tiba. Sehingga kita teramat perhatian dan menjaga kualitas dan kuantitas ibadah kita. Ada masjid-masjid yang tak pernah sepi, tilawah di sana-sini, shalat sunnat rawatib yang tak tertinggal, menyedekahkan yang terbaik, lisan yang berhati-hati mengungkapkan sesuatu, dan lain sebagainya. Seperti itulah selalu Ramadhan kita. Menjadi waktu yang begitu diberkahi Allah sehingga doa-doa yang kita sampaikan selama Ramadhan menjadi doa-doa yang istimewa di hadapan Allah. Pesona Ramadhan pula yang selalu membuat orang rindu untuk bisa bertemu kembali.

Yang terpesona lalu rindu dengan Ramadhan punya kekuatan untuk meneruskan apa yang biasa ia lakukan sepanjang Ramadhan. Kebiasaan baik yang ia lakukan sepanjang Ramadhan menjadi kebiasaan pasca Ramadhan. Azam untuk meneruskan kebiasaan-kebiasaan baik selama Ramadhan adalah adalah salah satu resolusi hidup yang perlu kita miliki pasca Ramadhan. Maka pemenang bukan hanya yang berlelah-lelah puasa dan melakukan ibadah terbaiknya sepanjang Ramadhan, tetapi pemenang adalah ia yang juga berusaha mempertahankan atau meningkatkan ibadah-ibadah tebaiknya hingga Ramadhan yang akan datang. Minimal ada 1 kebiasaan baik selama Ramadhan yang kita teruskan pasca Ramadhan. Entah itu membiasakan diri berkata benar dan baik, shalat tepat waktu, shalat diiringi shalat sunnat rawatib, dan lain sebagainya. Ibadah yang mana yang akan kita pertahankan dan tingkatkan pasca Ramadhan ini, sahabat?

Rasulullah saw. bersabda, ”Allah swt. berfirman: Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu lengan, dan barang siapa mendekat kepada-Ku satu lengan maka Aku akan mendekat kepadanya dua lengan, dan jika ia menghadap kepada-Ku dengan berjalan maka Aku menemuinya dengan berlari”. (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim).

23 Juli 2015, in my bedroom. semangat memperbaiki diri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s