Sudut Pandang #2


Oleh: Fitri A.B.

A good education gives you confidence to stick up your hand for anything – whether it is the job you want, or the bloke. And the more you stick up your hand, the better your chances are that you will get what you want.” (Kate Reardon)

cita-cita2Tidak ada yang salah dengan tuntutan dunia kerja jika yang ditinjau adalah kapabilitas dan kualitas sumber daya manusianya. Semua ada dan berjalan bagaimana adanya. Waktu berjalan, ilmu pengetahuan dan teknologi pun selalu mengalami perkembangan dan kemajuan. Bahkan dalam hitungan detik. Beberapa contoh yang mengagumkan di antaranya adalah Riza Muhida, ilmuwan Indonesia yang menekuni dunia robotika di luar negeri dan kini memilih menetap dan mengabdi di Indonesia. Saat ini Riza tercatat sebagai Director Center for Robotics and Intelligent Machines di Surya University. Ia telah berhasil menciptakan beberapa robot dan juga drone yang digunakan oleh TNI. Ada pula Prof. Dr. Khoirul Anwar yang menemukan dan merupakan owner paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).  Untuk bisa seperti mereka tentu saja kita perlu untuk selalu up to date, berpikiran dan berwawasan maju serta memiliki kualitas yang baik. Selalu ada pekerjaan yang baik dan layak untuk sumber daya manusia dengan karakter seperti itu. Itu sebuah kepastian, menurut saya.

Jika konteksnya adalah soal status pendidikan, orang-orang dengan pendidikan yang tinggi dengan yang tidak sama-sama memiliki kesempatan untuk sukses dan berkualitas di bidang masing-masing. Siapa pun orangnya, apapun status pendidikannya, jika ia mengenal baik dirinya dan potensi yang ada pada dirinya, tidak mungkin ia menjadi seorang pengangguran. Justru sebaliknya, ia mudah sampai pada apa yang ia tuju, bahkan tidak sedikit yang menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan mempekerjakan orang lain. Begitu pun dengan orang-orang yang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

Ada yang harus disadari dari fenomena dunia kerja saat ini. Bukan hanya nilai-nilai manis yang berjejer di atas lembar kartu hasil studi yang menjadi sorotan lembaga, instansi atau perusahaan yang kita tuju. Kapabilitas dan kualitas adalah hal terpenting yang mereka cari. Ini biasanya terbuktikan dengan sepak terjang kita sebelum kita masuk ke lembaga, instansi atau perusahaan yang kita tuju. Maka saya pun meyakini bahwa bersosialisasi dan berorganisasi cukup membantu kita untuk menjadi orang yang memiliki kapabilitas dan kualitas yang baik. Pengalaman organisasi yang kita miliki saat masih sekolah atau di perguruan tinggi atau bahkan di luar lembaga pendidikan yang kita jalani selalu menjadi peluang yang memudahkan kita untuk mendapatkan pekerjaan dan masa depan yang baik.

Bersosialisasi dan berorganisasi memberikan kita peluang untuk bertemu dengan banyak orang, entah itu tua, muda, orang-orang hebat dan inspiratif dan lain-lain. Pada mereka semua tentu ada banyak pelajaran yang berguna di hari-hari kita di depan. Bersosialisasi dan berorganisasi adalah hal yang baik. Ruang yang memberikan kita kesempatan untuk berbuat baik dan bermanfaat untuk orang banyak. Itulah sebabnya, tidak ada kebaikan yang sia-sia jika dilakukan dengan tulus. Buktinya, ada saja yang mendapatkan pekerjaan atau rezeki dalam bentuk lain dari temannya satu organisasi saat masih bersekolah atau kuliah.

Jika saat ini Anda adalah siswa atau mahasiswa, ada baiknya merubah mindset study oriented Anda. Kita bisa belajar dimana saja, kapan saja dan pada siapa saja. Tanpa mengabaikan kewajiban kita pada orang tua, guru dan prestasi akademik kita di kelas, untuk menjadi orang sukses juga perlu mengalami dan mengikuti hal-hal lain di luar kelas. Di pramuka misalnya, kita diajarkan untuk menjadi pribadi yang bertanggungjawab, mandiri, tangguh, dan peduli pada alam. Di kegiatan rohis atau keagamaan, pengetahuan agama kita akan bertambah dan semakin kuat. Begitu pun dengan kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi sosial lainnya yang jika kita ikuti akan ada banyak manfaat yang kita peroleh.

Memiliki banyak teman atau relasi tentu saja bonus paling pasti dan besar yang bisa kita dapatkan dari bersosialisasi dan berorganisasi ini. So, sekali lagi, yang memiliki mindset study oriented baiknya merubah mindset tersebut. Dunia kerja tidak membutuhkan nilai-nilai tertulis yang ada di raport kita saja. Orang-orang berkarater dan memiliki kualitas kepribadian dan keilmuwan yang baik lah yang paling dicari.

By the way, para pendidik yang menuntut siswanya untuk selalu study oriented juga perlu merubah tuntutan itu. Baik sekali jika para pendidik tersebut mempersiapkan anak-anak didik yang tidak hanya baik kualitas ilmunya, tapi juga baik akhlak, karakter, pengalaman dan tanggungjawabnya melalui kegiatan ekstrakurikuler yang mereka ikuti. Sebenarnya, sumber daya manusia seperti itulah yang negara ini butuhkan.

Iklan

Sudut Pandang #1


Oleh: Fitri A.B.
cita-citaSaya salut dengan orang-orang yang tidak sekolah atau putus sekolah tapi kehidupannya jauh lebih baik, berhasil, bahagia dan berkah daripada ketika bersekolah atau daripada orang-orang yang sekolah setinggi-tingginya. Ini sudah sangat banyak contohnya dan sangat menginspirasi. Tapi jika kita amati, mereka tidak pernah merekomendasikan kepada banyak orang untuk tidak sekolah, putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dari sudut pandang saya, itu karena mereka tidak pernah benar-benar punya rencana untuk tidak sekolah, putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi barangkali adalah kondisi atau keputusan terbaik saat mereka berada pada posisi harus memilih yang terbaik. Tak salah jika kita belajar semangat bertahan dan berjuang dalam hidup pada mereka. Kita yang punya kesempatan, rezeki dan kondisi yang mendukung untuk tetap melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya, kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik? Bersekolah tinggi dan menginspirasi, bukankah itu juga sangat baik?

#sudutpandang #NulisRandom2015