My Hijrah Story #1


Oleh: Fitri A.B.

“Kadang berbagai peristiwa, juga kenangan terasa kejam, tapi tugas pengarang adalah mengemas kisah-kisah itu dalam keterharuan, kebenaran dan keindahan yang padu…” (Helvy Tiana Rosa)

Sampai hari ini, saya jejak 1sangat bersyukur dan selalu merasa beruntung menghabiskan masa Aliyah di MAN 1 Medan. Di sekolah ini ada banyak momen yang mengantarkan saya pada banyak hal luar biasa hingga saat saya tidak lagi bersekolah di sana. Soal persahabatan, OSIS, guru-guru yang hebat, dan perjuangan-perjuangan yang tidak terlupakan.

Tahun Pertama, Tahun Penuh Konflik Batin

Kata mereka masa perkenalan itu disebut masa Taaruf. Salah satu momen bersejarah yang tidak terlupakan sampai hari ini. Masa perkenalan bagi siswa baru tentang segala hal yang berhubungan dengan MAN 1 Medan. Tidak ada yang tahu barangkali, melewati masa-masa itu, saya termasuk orang yang membangkang dan gak mau tau dengan aturan. Salah satunya soal gelang karet yang kukenakan di 2 hari masa taaruf. Gelang karet yang cukup modis dipakai seusiaku saat itu. Tapi akhirnya harus kulepas karena ditegur langsung oleh seorang kakak instruktur berjilbab lebar. Senior kelas 3. “Ya ampun, cuma gelang beginian gak boleh dipake….” batinku. Peristiwa ini salah satu hal yang membuatku tidak suka dengan para jilbaber di sekolahku ketika itu, termasuk yang ikut KKD (aktivitas rohis di MAN 1 Medan yang masih ada sampai saat ini). Sampai hari ini kejadian itu membekas sekali dan tentu saja, saya masih ingat dengan kakak itu. Si kakak tidak tahu, kalau dia menjadi salah satu inspirasi saya untuk mantap berhijrah di beberapa tahun kemudian.

Saya bertakdir sebangku dengan perempuan manis, lembut dan baik hati. Sebut saja namanya Sari. Saat pembagian kelas di lapangan sekolah, namanya disebut tidak jauh dari namaku. Saat berjalan menuju kelas, dia memanggil namaku. Aku tidak tahu ternyata dia hapal namaku. Iya, kami memang satu sekolah saat di MTsN 2 Medan, tapi beda kelas dan jarang komunikasi. Begini katanya ketika itu, “Fitri…, kita satu kelas. Kita duduk sama yok….” *sambil membayangkan ekspresi wajahnya ketika itu. Percakapan ini pada akhirnya menjadi awal persahabatan kami hingga kami kelas 3 dan saat ini. Meski kami tidak sekelas di kelas 2 dan kelas 3. Di kelas 2, dia jurusan IPS dan aku memilih jurusan Bahasa.

Jiwa-jiwa tsanawiyah masih terbawa walau udah aliyah, itu yang kualami. Kalau kata beberapa orang, waktu itu saya termasuk anak yang tomboy , walau gak tomboy-tomboy amat. =D Beda sekali dengan teman sebangku saya itu. -_- Seperti yang sudah saya bilang, dia orangnya manis, lembut, dan baik hati, nah saya kayaknya gak begitu. Wajar saja orang seperti itu banyak yang suka dan banyak temannya. Sering dalam hati saya bertanya kenapa ada orang seperti kawan saya yang satu itu. Tapi itu tidak membuat saya minder dan menjauh darinya. Saya justru senang punya teman, sekaligus sahabat seperti itu. Saya belajar banyak hal darinya. Wuaaa, jadi kangen sama dia. Sejak kuliah hampir tidak pernah komunikasi sampai sekarang. Kehilangan jejaknya, walau teknologi sudah semakin canggih.

Sahabat saya ini rupanya sudah punya banyak kenalan dan dekat dengan para kakak jilbaber di sekolah saya. Tuh kan, sudah saya bilang, dia punya banyak teman. Saya sempat tidak suka dengan kedekatannya itu sebab saya sudah sempat illfeel duluan saat masa taaruf. Tapi itu tidak membuat saya menjauhi sahabat saya itu.

Pernah suatu kali saya katakan langsung padanya kalau saya tidak suka dengan senior jilbaber yang ada di sekolah kami itu. Pada saat menceritakan itu padanya, alasan ketidaksukaan saya sudah bertambah-tambah. Salah satunya lagi karena menurut saya, mereka itu pilih-pilih dalam berteman (ini pemikiran saya ketika itu). Pernah saking tidak sukanya dengan mereka, saya yang tadinya mau shalat Dhuha di mushala sekolah memilih untuk balik ke kelas dan tidak jadi shalat Dhuha karena melihat mereka sedang kumpul di mushala. Iya, sampai separah itu. Parah kali kan. -_- *sambil istighfar berkali-kali. Warning, sikap saya itu jangan ditiru ya. Alasannya nanti saya beritahu. =)

Di kelas yang lain, saya juga punya seorang teman perempuan yang pada akhirnya juga menjadi sahabat saya. Sebut saja namanya Aldilla. Aldilla ini mirip dengan Sari karakter dan pembawaannya. Punya banyak kenalan senior jilbaber juga. Gak heran beberapa bulan sekolah di MAN 1 Medan, jilbab Aldilla dan Sari besarnya udah hampir sama dengan para kakak senior yang jilbaber. Ada satu pertanyaan yang hari ini masih membekas di benak saya. Pertanyaan yang pernah saya tanyakan kepada Aldilla suatu ketika dan rupanya dia pun sangat ingat dengan pertanyaan itu.

“Aldilla, kalau di rumah pakai jilbab juga?”

Ya, tentu saja, sampai hari ini ketika saya menuliskan ini dan sampai kapan pun, saya akan tetap bersyukur pernah mengenal mereka dan menjadi sahabat mereka. Ada banyak cerita lagi antara saya, Sari dan Aldilla. Nanti akan saya ceritakan juga. =)

Mereka Perantara Hidayah Itu

Dari sekian banyak kegiatan ekskul, saya tertarik dengan Drumband. Barangkali karena di diri saya ada bakat seni dan saya menyukai musik. Tapi sebelum itu, saya sempat coba ikut seleksi di paskibra. Tapi gak lulus. =D So, kelas 1 sampai pertengahan kelas 2, saya bergelut di dunia per-drumband-an. Sudah sempat tampil di sana sini dan itu juga unforgetable moment. Untuk bisa gabung di Drumband ini juga pakai seleksi. Ya, rezeki saya ternyata di dunia itu. Saya konsen di alat drumband yang bernama senar. ^^v

Sahabat saya Sari dan Reni konsen di dunia per-KKD-an. Saat istirahat tidak jarang kami saling cerita soal ekskul yang kami ikuti. Untuk beberapa waktu, cerita mereka tak juga membuat saya tertarik mengikuti KKD. Mereka itu gak pernah bosan ngajak saya ikut KKD. =)  Ekskul sekolah yang di dalamnya banyak senior berjilbab lebar dan tidak ada seleksi untuk bisa bergabung di dalamnya. Saya masih sangat menikmati kegiatan Drumband itu.

Pernyataan saya soal ketidaksukaan saya dengan para jilbaber di sekolah saya rupanya disampaikan Sari ke salah seorang senior yang juga jilbaber. Hal yang tak terduga pun terjadi.

Bersambung dulu ya ^^v

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s