Bukan Suspended Coffees


daun gugur2Oleh: Fitri A.B.

Yes, it is not about the story of Suspended Coffees yang beberapa waktu lalu banyak yang nge-share di Facebook, terutama saya. Saya sangat takjub dengan kisah itu. Berbagi kopi dengan orang lain yang tidak memiliki uang untuk sekedar membeli secangkir kopi. Berbagi kopi barangkali hal yang klise, tapi cara berbaginya itu yang bikin takjub. Speechless saya dibuatnya. Oh ya, yang belum tahu ceritanya, bisa klik di https://www.facebook.com/wakafalquran/photos/a.158361440841287.39458.156103917733706/836169289727162/?type=1&theater .

Ini cerita tentang depot air minum dekat rumah saya. Sebut saja namanya Depot Nayla. Sebuah depot yang dijalankan oleh sepasang suami istri dengan 2 orang anak yang masih kecil. Usaha itu mereka jalankan di rumah mereka sendiri. Bangunan yang dijadikan tempat usaha mereka, ya rumah mereka sendiri.

Sebelum mereka membuat usaha itu, orang-orang di lingkungan perumahan tempat saya tinggal sudah berlangganan di depot lain yang berada di luar lingkungan perumahan. Lambat laun, banyak juga yang menjadi pelanggan depot Nayla, termasuk orang-orang yang rumahnya berdekatan dengan usaha mereka ini.

Suatu kali di hari Jumat, saya melewati depot Nayla. Saya speechless melihat tulisan yang ada di bagian depan depot itu. Isinya lebih kurang seperti ini “Gratis air di hari Jumat bagi pelanggan Depot Nayla.” Ini strategi marketing yang mantap menurut saya.

Siapa yang tidak suka sesuatu yang gratis tanpa mengurangi kualitas barang tersebut. Pasti banyak pelanggan yang tertarik. 1 jempol untuk Depot Nayla dan 1 jempol lagi karena saya yakin pemilik usaha mengerti keutamaan bersedekah di hari Jumat. An amazing way, right?

 

“Sesungguhnya sedekah pada hari Jum’at itu memiliki kelebihan dari hari-hari lainnya. Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti sedekah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.”(Ibnul Qayyim, Zadul Ma’ad)

 

“Dan sedekah pada hari itu (Jumat) lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”. (HR Ibnu Khuzaimah, Mauquf Shahih)

 

Barangkali, kita bisa belajar dari cerita Suspended Coffes dan pemilik Depot Nayla. Jika setiap pengusaha menjalankan usahanya dengan landasan ilmu Islam yang utuh, pasti ada banyak orang yang terinspirasi dan terbantu. Well, apa rencana kawan-kawan setelah membaca tulisan ini? =)

Allah, terimakasih untuk tiap pelajaran dan hikmah yang ada di sekitar kami. Mampukan kami untuk menjadi yang bermanfaat dan menginspirasi bagi orang lain.

Allahua’lam….

Di 21 Ramadhan 1435 H

Kabar Ter-Wow di Bulan Ramadhan 1435 H


nulisOleh: Fitri A.B.

Beasiswa S3 Full Plus Dikontrak Jadi Dosen

Tiba-tiba butuh saudara kembar yang bisa nolongin saya ngerjain apa-apa yang harus saya selesaikan sebelum Idul Fitri tiba. Kantong ajaib Doraemon pun jadi-lah, yang penting bisa bantu saya. =D Ceritanya, ada dua kabar mengejutkan datang di pertengahan Ramadhan ini. Kalau diklasifikasikan, kabar ini termasuk ke dalam jenis kabar apa ya? Kabar baik plus mengejutkan plus bikin gak bisa tidur kali ya.

15 Juli 2014, Selasa yang lalu, ada SMS masuk yang diawali dengan sebuah panggilan tak terjawab satu kali. Waktu saya cek, sms dan panggilan tak terjawab itu ternyata dari Ayah Tobang saya alias abang ipar Mamak. Orang yang sudah saya anggap seperti Ayah saya. Isi sms-nya ya termasuk dalam kabar baik plus mengejutkan dan bikin gak bisa tidur itu. =D

Isi pesannya ternyata soal beasiswa S3 dari sebuah kampus di Medan, kawan-kawan. Beasiswa full + ikatan dinas sebagai dosen di kampus tersebut. Yang bikin makin keren, kita boleh S3 dimana saja alias tidak harus di kampus tersebut. Apa gak keren itu?

Cerita S3, jadi ingat di awal-awal saya selesai sidang kemarin, Ayah semangat kali nyuruh saya untuk langsung daftar S3. Aih, kalau Ayah saya jangan ditanya. Beliau itu sosok yang paling semangat untuk nyekolahin saya dan adik-adik saya setinggi  mungkin. Pun Mamak. Bersakit-sakit alias hidup seadanya pun jadi. Tapi soal S3 itu, saya berat mengiyakan karena beberapa alasan. Alasan pertama, penginnya nikah dulu. S3-nya bisa bareng suami atau kalau pun gak berbarengan, yang penting nikah dulu. Ingin segera menyempurnakan separuh agama. =) Kedua, saya penginnya S3 di luar Medan tapi enggak dibiayai Ayah dan Mamak. Penginnya biaya sendiri atau dapat beasiswa. Cukuplah S2-saya mereka yang biayai. S1 kemarin tetap dibiayai juga plus Alhamdulillah dapat beasiswa dari kampus sejak semester 4 sampai 8.

Sssst, alasan pertama gak pernah saya lisankan dengan jelas ke Ayah, paling cuma ke Mamak. Tapi rupanya, Ayah adalah Ayah. Sosok yang sebenarnya selalu paling mengerti isi hati anak perempuannya. So, haru plus malu saya jadinya waktu Ayah tahu alasan utama saya itu. Ayah selalu bilang jodoh itu pasti ada. Gak perlu ada kekhawatiran gak dapat jodoh kalau pendidikan kita tinggi. Yes, saya setuju sama Ayah. Toh, tidak ada satu pun dalil yang mengatakan kuliah setinggi-tingginya bisa menghalangi jodoh. Tapi namanya juga hati, sesekali kekhawatiran kayak gitu ada. *eh =D

Btw, yang paling membahagiakan walaupun ada di tengah-tengah “konflik batin” begitu adalah saya udah dapat SIM alias Surat Izin Menikah-nya. Sekarang tinggal nyari waktu yang tepat dan pasangan yang tepat. Wahai jodoh, kamu lagi dimana? *lho =D

Okeh, kembali ke soal beasiswa S3 itu. Deadline-nya tanggal 25 Juli ini, kawan-kawan. Berkas-berkas yang harus dilengkapi juga lumayan banyak dan “ribet”. Ketika saya menuliskan ini, baru sekitar 40% yang kelar. Fiuuuh…! Demi cita-cita dan cinta (essseh…), tentu saja ini harus diperjuangkan. Hasilnya biar Allah yang tentukan. Mohon doanya kawan-kawan. =)

Gimana dengan alasan pertama tadi? Jauh di lubuk hati ini, saya yakin Allah sudah punya rencana terbaik untuk saya. Semoga diri ini selalu dimudahkan Allah untuk bijaksana dalam memilih dan menangkap setiap kesempatan. Hidup, mati, rezeki dan jodoh, Allah-lah yang mengatur.

“Menunggu kamu benar-benar tiba, perjalanan ini kulanjutkan dulu ya. Sampai jumpa di episode yang entah mana. =) ”

Yup, hidup ini bukan hanya soal jodoh, jodoh dan jodoh. Sembari berusaha mencari/ menunggu, banyak hal positif yang bisa dilakukan. Kadang-kadang, saya malah berpikir, barangkali ada usaha yang lebih besar lagi yang perlu dilakukan agar tiap harap terpenuhi dengan penuh ridho dari Allah. Tentu saja, ini semata soal memperbaiki diri dan kedekatan kita pada-Nya. Setuju? 😉

Yang pasti, kemana pun kaki melangkah dan keputusan apapun yang kita ambil, upayakan agar selalu semata-mata karena Allah. Nanti sekali pun ada rasa kecewa yang datang, kita selalu punya penawarnya. Kita selalu bisa mengobatinya segera. Libatkan Allah dalam hal apapun agar hidup ini berkah, right?

 

Berkas Wisuda oh Berkas Wisuda….

Jadi, waktu lagi sibuk ngurus sesuatu di kampus pasca untuk urusan beasiswa itu, saya jumpa dengan kak Noni, bagian administrasi di prodi saya. Beliau kira saya udah wisuda padahal belum. Barangkali karena saking banyaknya mahasiswa yang diurus jadi lupa-lupa ingat. Karena saya bilang belum, barulah beliau teringat memberi kabar kalau pengumpulan berkas untuk wisuda bulan Oktober ini deadlinenya tanggal 9 Agustus 2014. Lewat dari tanggal itu sampai September 2014, bakal kena kewajiban bayar uang kuliah walaupun gak full. Oh Allah, kabarnya bikin saya pengin pingsan. =( Kalau dari awal tahu soal ini, gak bakal mepet begini.

Jelas bikin mau pingsan karena belum ada berkasnya yang saya persiapkan. Belum ada jumpai dosen untuk tandatangan revisi, belum dijilid, belum ngurus surat ini dan itu, belum foto untuk pasfhoto yang pakai film, belum ini dan itu, dan belum kelar nyiapin berkas-berkas untuk beasiswa S3 itu. Luar biasa sekali. =D

Tapi bismillah, insya Allah semua akan terselesaikan. Konsekuensinya semua harus kelar sebelum lebaran tiba. Biar bisa menghabiskan masa-masa lebaran dengan hal bermanfaat lainnya. Padahal sudah semangat prepare untuk rencana mudik, tapi karena berita dari kak Noni tadi, ya gitu deh…. Udah lama pengin bisa mudik sekeluarga ke rumah nenek di sekitar Sibuhuan. Jadi mudik atau enggaknya, kita lihat saja nanti. Semoga jadi dan lancar ya. =)

Selamat puasa, kawan-kawan. Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari sebelumnya. Jangan lupa doakan saya ya. Saling mendoakan tepatnya. =)