Apa Kabar Iman?


Oleh: Fitri A.B.

cropped-im2.jpg     Salah satu penulis favorit saya, Ustadz Salim A. Fillah menulis begini, bahwa apa-apa yang tak jadi masalah saat iman baik, akan menjadi masalah saat iman rusuh. Really, saya sangat terkesan dengan kalimat ini. Betapa kondisi iman seseorang sedikit banyaknya akan mempengaruhi cara seseorang memandang apapun yang terjadi dalam hidupnya.

Iman yang kadang naik dan kadang turun perlu selalu dijaga stabilitasnya agar tak jauh-jauh dari kebaikan. Tapi semakin baik iman seseorang, ujian yang akan dihadapinya pun akan semakin berkelas. Kadang iman diuji dengan kegembiraan dan kesenangan. Terkadang dengan kesedihan dan kesusahan. Dalam hal ini, manusia harus bijak dan bijaksana.

Tidak ingin mengukur iman seseorang sebab hanya Allah yang punya hak untuk itu. Dari beberapa buku yang saya baca dan berinteraksi dengan beberapa orang yang ilmu dan amalnya menurut saya luar biasa, iman itu tampak dari apa yang terlihat. Ia yang imannya baik terlihat dari cara ia berinteraksi, melihat, mendengarkan orang lain, memandang sesuatu hal dan menyikapi setiap masalah dalam hidupnya.

Cara sederhana menyoroti atau menilai kondisi keimanan sendiri bisa dengan melihat sikap dan kebiasaan kita setiap kali masalah datang. Putus asakah atau semakin mendekat pada Allah? Semakin tegar atau lemah? Menyalahkan orang lain atau semakin bijaksana?

Di sisi lain, perlu juga kita berupaya agar kondisi iman di hati semakin baik dari waktu ke waktu. Agar ketika masalah datang, kita punya nilai plus di hadapan Allah. Melaksanakan segala kewajibannya dan menjauhi segala larangannya itu sudah pasti. Hal sederhana lainnya yang mungkin perlu kita lakukan adalah perhatikan siapa sahabat kita dan orang-orang yang sering berinteraksi dengan kita. Jika mereka adalah orang-orang baik, biarkan kita melebur dan terwarnai. Terwarnai dengan sikap lemah lembut, jujur, penyayang, dan hal-hal baik mereka. Tapi jika sebaliknya, kenapa tak berupaya untuk menjadi yang mewarnai tanpa menganggap diri kita adalah yang paling baik.

Karena pada dasarnya hal yang paling sulit untuk dijaga dan mudah terbolak balik adalah iman di hati, maka benarlah perkataan Ibnu Qayyim Al-Jauziah bahwa hati membutuhkan sesuatu yang menjaganya agar tetap kuat. Dan itu adalah iman dan ketaatan.

Allahua’lam.

In my bedroom, 26 Januari 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s