Bercermin saat Lelah, Jenuh dan Bosan


Oleh: Fitri A.B.

cermin

            “Sebaik-baik ukuran terhadap diri, ialah cermin.” (AHA)

Hampir setahun jadi orang kantoran sambil bergelut dengan urusan tesis. Pergi pagi pulang sore, begitu selalu. Tidak pernah terbayangkan punya kesempatan dan pengalaman jadi orang kantoran seperti sekarang ini. Tapi namanya hidup, ya harus dijalani dan dinikmati. Dijalani dan dinikmati dengan cara yang baik-baik. Biar Allah selalu sayang dan perhatian.

Bagaimana pun, saya tetap bersyukur dan akan selalu bersyukur untuk pekerjaan saya saat ini. Di saat orang lain ke sana kemari mencari pekerjaan dan dalam ketidakpastian, saya justru ditawarkan langsung oleh bosnya. Cara yang diluar perkiraan saya setelah sebelumnya sempat hampir beberapa bulan tidak bekerja dan hanya fokus kuliah. Saat pekerjaan itu ditawarkan ke saya adalah saat dimana saya meyakini kalau Allah sudah mengabulkan doa saya dan ini adalah jalannya.

Dan saya bersyukur lagi untuk satu hal. Bos dan rekan-rekan kerja saya adalah orang-orang yang baik (semoga segala kebaikan mereka dibalas Allah). Saya selalu berdoa dalam hati, semoga saya selalu diberi kemudahan dan kemampuan untuk membalas tiap kebaikan mereka. Sekali lagi, mereka adalah orang-orang yang hatinya baik.

Di balik semua kenyamanan dan kebaikan yang saya dapat, tidak jarang rasa lelah, jenuh dan bosan masih menghampiri saya. Menurut saya, ini rasa yang manusiawi. Dalam kondisi seperti ini, saya selalu berusaha menghibur diri sendiri dengan bercermin. Bercermin pada orang lain.

Bercermin selalu membuat saya lupa pada rasa lelah, jenuh dan bosan. Betapa saya ini masih sangat beruntung dibanding mereka yang belum memiliki pekerjaan atau yang sedang mencari-cari pekerjaan. Betapa lelah saya ini belum ada apa-apanya dibanding mereka yang bekerja di bawah terik matahari. Betapa kejenuhan dan kebosanan saya ini tak sebanding dengan mereka yang seharian masuk kerja, lebih banyak berdiri dan punya jarak tempuh yang jauh antara rumah dan tempat bekerja mereka. Betapa ada banyak yang harus saya syukuri atas pekerjaan saya sekarang. Hingga akhirnya saya tak menemukan satu alasan pun untuk mengeluh.

Sesungguhnya tiap pekerjaan halal itu baik dan mulia, apalagi jika dilakukan dengan ikhlas. Tiap takdir yang kita terima selalu ada maksudnya. Mungkin terkadang kita merasa pekerjaan kita saat ini bukanlah pekerjaan yang baik dan menyenangkan. Tapi bisa jadi, Allah sebenarnya sedang menuntun kita untuk segera sampai pada hal-hal baik yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Ah ya, satu lagi, di saat rasa lelah, jenuh dan bosan datang, saya terkadang juga mengungkapkan rasa itu ke orang tua saya. Maka saya pun harus kembali bersyukur sebab terlahir sebagai anak pertama dari kedua orang tua yang tak pernah lelah memotivasi dan memberikan pertimbangan-pertimbangan hebat.

In the living room, 22 Januari 2014

Iklan

2 thoughts on “Bercermin saat Lelah, Jenuh dan Bosan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s