Allah Pasti Bantu….


subuhOleh: Fitri A.B.

Sudah masuk semester 4. Perasaan baru kemarin saya jadi mahasiswa baru pascasarjana di salah satu kampus ternama di kota tempat saya dibesarkan, Medan. Banyak cerita berbalut rasa yang campur aduk sudah terlewati. Ada bahagia, sedih, kecewa, gelisah, deg-deg-an, pokoknya komplit.

 

Saya sudah ada di bulan ketiga dari semester 4 yang saya jalani. Jadi, lebih kurang 3 bulan lagi semester ini akan habis. Sekali pun selalu ada kemungkinan kalau saya masih akan tercatat sebagai mahasiswa sampai semester depan, saya selalu menganggap semester 4 ini sebagai semester akhir. Diam-diam di kata-kata itu saya menyematkan satu doa. Bahwa saya akan segera wisuda sebelum semester depan datang. Meski mungkin tidak masuk dalam kategori mahasiswa yang tercepat selesai kuliahnya, tapi paling tidak saya ingin masuk dalam kategori normal dan bukan termasuk mahasiswa abadi.

 

Selesai liburan dari Barus akhir tahun 2012 yang lalu, target saya Januari adalah garis start buat saya untuk mulai mengerjakan proposal tesis saya. Karena semester 4 adalah masa-masa normal buat mahasiswa di kampus saya untuk fokus mengerjakan proposal tesis. Di sela kesibukan saya kuliah, saya yang juga aktif di FLP Sumut, tak lama kemudian mendapat amanah jadi koordinator acara TFT FLP Se-Sumbagut yang akan diadakan Mei tahun ini (2013). Ya, jadi menjalani semester 4 ini bukan cuma tesis yang harus saya pikirkan dan kerjakan, TFT FLP itu juga.

 

Soal tesis saya sampai saat ini (jangan ditiru ya…^^), masih berkutat di bab yang sama. Oh bukan, bukan berarti saya tidak berusaha mengerjakannya. Saya selalu berusaha untuk itu. Karena saya tahu, ini adalah salah satu kewajiban saya kepada kedua orangtua saya. Apalagi dana kuliah saya selama ini adalah dari kedua orangtua. Penyemangat saya sampai hari ini adalah kedua orangtua saya dan mimpi-mimpi sederhana saya lainnya. Saya harus memberikan yang terbaik untuk mereka. Mereka sudah terlalu banyak berkorban. Ingin membanggakan mereka, apalagi saya ini bertakdir sebagai anak pertama. (Allahumma yassir wala tu’assir….)

 

Jadi, sempat muncul pertanyaan dalam benak saya, “Kenapa saya kemarin mau aja dijadikan sebagai koordinator acara?”. Lalu komentar lain pun muncul, “Kalau enggak kan saya bisa lebih fokus ngerjain tesis. Jadi anggota aja kan udah cukup.” Tapi saya cepat-cepat istighfar karena merasa sudah mengeluh dengan apa yang menjadi amanah saya. Mungkin ini hal sederhana. Tapi buat saya, hal sederhana apapun itu, semuanya adalah bagian dari takdir Allah. Dan semua itu pastilah Allah selipkan hikmah atau tujuannya.

 

Pertanyaan yang senada itu saya tepis jauh-jauh karena di saat yang sama saya ingat perkataan Allah yang ini:

Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286)

Dan ini:

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong  (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S. Muhammad:7)

 

Di balik setiap amanah yang saya punya saat ini, saya percaya Allah telah menyisipkan kemudahan dan kekuatan untuk saya. Kemudahan dan kekuatan untuk saya dan teman-teman saya mengemas acara TFT FLP agar berjalan lancar. Kemudahan dan kekuatan bagi saya untuk segera menyelesaikan tesis itu.

 

Kalau setiap hal dilakukan dengan niat membantu Allah, Insya Allah, Dia pun akan membantu setiap urusan kita. Mulai dari urusan yang kecil sampai urusan yang besar. Saya percaya itu.