Catatan Perjalanan Medan-Padang #1: Galau yang Terlewati….


Oleh: Fitri A.B.

Begadang Jangan Begadang….
Ehm, pasti kepikiran lagunya Rhoma Irama kan? Hehe. Tak apa jika ingat lagunya beliau. Toh, lagu beliau itu emang hikmahnya bagus ya. Jangan begadang kalau tiada artinya, begitukan kawan? ^_^ Well, tapi kali ini bukan akan membahas lagu beliau. Tapi membahas begadangku sebelum berangkat ke Padang.

Pergi ke Padang dalam rangka Training For Trainer (TFT) FLP se-Sumbagut tanpa halangan apapun adalah harapku. Niatnya cuma satu, pengin dapat dan berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat sepulang dari sana. Dan sebenarnya, sudah lama diriku pengin menginjakkan kaki ke kota ini. Iya, ke Padang ada dalam daftar target atau impian yang ingin kucapai, hehe. Mungkin inilah jalannya.

Tapi Allah sepertinya menguji kebijaksanaanku dalam rangka keberangkatan ini. Ada beberapa tugas kuliah yang harus kuselesaikan sebelum jadwal keberangkatan ke Padang. Tugas individu dan tugas kelompok. Dan terasa semakin lengkaplah ujian itu karena masa ujian semester kami tak kunjung tiba. Padahal kelas lain sudah ujian semester dan akan libur. Aku takut kalau saat keberangkatanku itu ada ujian semester. Of course, perjalanan itu akan menjadi perjalanan yang penuh dilema.

Kuatasi satu-satu masalahku itu. Kumulai dengan mengerjakan tugas individuku dulu. Targetnya terkumpul sebelum tanggal 15 Mei alias tanggal keberangkatan kami. Alhamdulillah selesai dan terkumpul sesuai target. Lanjut ke tugas kelompok mata kuliahnya Prof. J. Kami kelompok terakhir yang akan mempresentasikan materi kuliah terakhir pula. Aku dan kelompokku ketepatan dapat materi yang tak biasa alias luar biasa. Susah susah gampang-lah, hehe. Tapi dibalik kelemahan metode diskusi kelompok, yaitu yang kerja secara maksimal hanya beberapa orang saja, terselesaikan juga-lah makalah itu.

Prof. J. mewajibkan kami menjadikan bukunya Dick and Carey yang Instructional Design sebagai referensi utama. Jadilah kami harus men-translate dulu bab bagian kami. Ada sekitar 22 halaman untuk referensi kami, jadi yang 22 halaman itu kami bagi tiga. Selain itu, kami juga harus mencari sumber yang lain biar lebih mantap, hehe.

Selain menyelesaikan bagianku, aku juga kebagian tugas buat power point makalah kami. Yup, jadilah aku begadang untuk menyelesaikan segala sesuatu yang belum selesai. Saling bantu dan saling memahami itu kayaknya memang wajib ada dalam satu kelompok. Kalau enggak, pasti tugas yang ada gak selesai-selesai. Rencananya aku akan datang dan ikut presentasi makalah kami. Tapi ternyata tak bisa juga. Sebenarnya aku bisa ikut presentasi ketika itu, tapi karena aku belum beres-beres ini itu untuk keberangkatanku, jadilah aku izin untuk hari itu.

Alhasil aku hanya mengerjakan tugas kami tanpa ikut presentasi makalah itu. Alhamdulillah, kabar dari teman-temanku tak meresahkanku. Prof. J. tak mempermasalahkan ketidakhadiranku. Karena beliau sudah tahu alasanku tak hadir. Makasih banyak ya Prof. J. ^_^. Ehm, mata kuliah Profesor pavoritku ini memang baru sekali itu aku tak hadir. Oh ya, maaf saat itu aku pun harus bersyukur untuk satu hal, yaitu ketidakhadiran dosenku satu lagi, hehe. Paling tidak aku tidak ketinggalan curahan ilmu dari beliau. Dan Alhamdulillah, masalahku selesai.

Buatku kuliah tetap nomor satu, jadi kalau pun aku tak jadi pergi karena urusan kuliah, aku siap ^_^. Next, kekhawatiranku soal jadwal ujian semester. Satu hari sebelum berangkat, aku telah pastikan langsung dari para dosen dan teman-temanku bahwa selama aku pergi tidak ada ujian semester. Wah…, Alhamdulillah, Allah memudahkan rencanaku.

Masih di Rundung Galau
Meski masalah kuliah udah kelar tapi urusan saku belum kelar, hehe. Sampai beberapa jam lagi keberangkatanku ke Padang diriku masih dirundung galau soal uang. Tapi pertolongan Allah itu datang lagi, Ayah tiba-tiba ngasih sejumlah uang ke aku untuk tambahan. Maklum, sebenarnya ketika itu saku orangtuaku juga lagi minus ^_^.Sejauh itu, amanlah untuk ongkos pulang pergi by bus (Makasih Ayah ^_^). Next, memikirkan uang kontribusi selama acara. Ehm, alhamdulillah aku masih punya simpanan gaji mengajarku. Dan untuk uang peganganku selama di sana, Alhamdulillah ada. Ternyata di saat yang sama seorang teman mengembalikan uangku yang dipinjamnya. Allah itu Maha Baik dan Memahami ya =).

Kegalauan berikutnya adalah siapa yang akan mengantarku ke terminal ALS. Akibat beberapa kegalauan dan pertimbangan, agak sulit buatku untuk cepat dalam beres-beres itu. Karena sebenarnya judul besar untuk hari itu adalah ANTARA JADI PERGI DAN GAK PERGI. Sementara jarak antara rumahku dan stasiun itu lumayan jauh. Dari ujung ke ujung lho…. Tapi Alhamdulillah, Allah menolongku lagi. Ayah yang sebenarnya sejak pagi pergi mengajar tiba-tiba pulang di saat aku akan berangkat. Tanpa kuminta Ayah mengantarku sampai ke stasiun ALS dengan kereta (Ayah…, makasih, makasih, makasih ^_^).

 Sampai Di Saat Yang Tepat
Selama dalam boncengan, segala hal berkecamuk di pikiranku. Antara senang, gelisah, dan lain sebagainya. Hampir sepanjang jalan aku memikirkan kedua orangtuaku. Mereka berdua selalu ada, apalagi di saat susah dan dukaku. Allah, bahagiakan mereka dunia dan akhirat ya =).

Aku bukanlah anak yang sempurna. Masih terlalu sering membuat kedua orangtuaku kecewa, marah dan kesal =). Jadilah sepanjang jalan aku merenungi semua jasa dan kebaikan Ayah, juga Mama. Aku belum berbuat apa-apa untuk membahagiakan mereka. Seringkali aku terkesima dengan semangat dan pengorbanan mereka agar tiap cita-cita dan ingin aku dan adik-adikku jadi. Semoga ketika aku sampai di masa yang sama seperti mereka sekarang, aku bisa sebijaksana mereka. Aamiin.

Takut rindu juga iya, hehe. Aku ini kadang-kadang perindu, apalagi sama keluargaku. Tapi tadi pagi sekali, aku udah pamit sama Mama sebelum beliau berangkat mengajar dan kedua adikku sebelum mereka berangkat ke sekolah dan kuliah. Adikku yang satu lagi kebetulan sedang di Kisaran. Jadilah dia kuhubungi lewat HP untuk pamitan. Ah…, tapi aku bukan perindu berat. Karena bepergian seperti ini sudah biasa bagiku sejak Aliyah alias SMA.

Ayah sepertinya paham kalau aku takut ketinggalan bus. Dengan sangat lihai Ayah memilih jalan potongan yang paling tepat dan cepat dengan kecepatan yang tepat pula. Sepanjang jalan aku berdoa semoga semua baik-baik saja selama perjalanan kami itu, pun dengan keberangkatan kami ke Padang.

Akhirnya, kami sampai di menit-menit pengepakkan barang ke dalam bagasi bus. Alhamdulillah, tidak terlambat dan terhalang apapun selama diperjalanan itu. Koper miniku yang sejak dari rumah berada di bagian paling depan kereta Ayah segera kuturunkan dan kuangkat mendekati barang teman-teman yang lain. Koperku tak begitu berat, so aku bisa mengangkatnya sendiri. Aku hanya membawa pakaian secukupnya ^_^.

Usai meletakkan koperku dan memastikan kalau koperku masuk dalam bagasi bus, aku menjumpai Ayah dekat parkiran kereta. Lalu, kuikuti langkah Ayah yang ternyata menuju tempat ngumpulnya kawan-kawanku. Ayah menyapa teman-temanku satu per satu sambil menyelipkan kata-kata dukungan dan doa.

Ayah tak bisa menungguiku hingga bus kami berangkat sebab satu urusan. Tak apa buatku sebab doa Ayah pasti selalu ada untukku dan teman-temanku selama di Padang nanti. Akhirnya, aku antar Ayah sampai gerbang stasiun. Satu hal yang tak pernah kulupa dari Ayah setiap kali aku ataupun adik-adikku bepergian kemana-mana.

“Hati-hati ya kalau kemana-mana. Jangan asal beli atau terima makanan dan minuman.”
Ayah is the best-lah pokoknya. Mama juga ^_ ^. Rahman terimakasih untuk semuanya….

Bismillah, Perjalanan pun Dimulai…
Bus kami ber-AC. Aku positive thinking duluan, semoga aku tidak apa-apa sepanjang jalan. Aku anti sama cuaca dingin. Paling gak bisa pokoknya. Kecuali di dekatku ada air hangat, minyak kayu putih dan jaket. Tapi pada akhirnya yang paling susah didapatkan adalah air hangat T_T. Jaket dan minyak kayu putih aman dalam tas ranselku. Ehm, tapi perjalanan tetap harus dilanjutkan ^_^.

Teman sebangkuku Lia. Kami udah saling booking sejak sebelum berangkat. Aku itu tipe orang yang dominan pendiamnya, tapi gak selalu. Tergantung suasana, hehe. Nah, sementara si Lia, orangnya kebalikan dari aku. Agak cemas juga sebenarnya, si Lia bakal betah gak ya duduk dekat aku, hehe. Walau pada akhirnya, saat pulang dari Padang kami tetap sebangku =). Bahkan kurasa, kami semakin dekat =). Semoga Allah menjaga ukhuwah ini, begitupun dengan FLPers yang lain. Aamiin.

 

Well, pada akhirnya mimpiku yang kutulis beberapa waktu lalu, yaitu ke Padang, terwujud setelah melewati berbagai macam kegalauan. Bahkan sebenarnya ada satu masalah yang paling menggalaukan sebelum aku berangkat. Ehm…, but that’s a secret, hehe.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s