Catatan Perjalanan Medan-Padang #4: Belajar Something dari Keluarga yang Sederhana


Oleh: Fitri A.B.

 

(Masih catatan sepanjang tanggal 16 dalam perjalanan kami ke Padang. Tanggal yang full kejadian unik, berhikmah, sedih, haru dan semuanya lah pokoknya ^_^. Stay tune terus ya kawan… ^^)

Keluarga Sederhana dan Bersahaja
Ehm, mataku tertuju pada satu meja di dalam rumah itu. Meja yang full dengan berkas, kertas dan buku. Simpulanku sementara keluarga ini keluarga yang berpendidikan. Walau sebenarnya, ini bukan ukuran mutlak apakah seseorang/ sebuah keluarga itu berpendidikan atau tidak ^_^. Simpulku ini didukung dengan pernyataan si Ibu tentang si Bapak dan anak-anaknya.

Si Bapak ternyata adalah seorang guru B. Inggris di salah satu SMP dan keempat anak mereka semuanya bersekolah. Anak pertama mereka laki-laki dan kuliah di Universitas Bung Hatta pada jurusan Sastra Jepang. Anak kedua mereka perempuan dan bersekolah di sebuah sekolah pavorit. Anak mereka yang ketiga dan keempat alias si kembar, masih kelas 1 SD dan bersekolah di dekat rumah mereka. Anak pertama dan kedua mereka memilih kos saja karena jarak antara rumah dan sekolah/ kampus mereka cukup jauh.

Tentang anak mereka yang pertama, sesuai penuturan si Ibu, dia adalah anak yang punya visi tentang masa depannya. Anak yang bersemangat mengejar impian. Masuk jurusan Sastra Jepang ternyata impiannya sejak masih SMA. Ternyata memang benar ya, Allah itu bersama orang yang sungguh-sungguh.

Sambil Nyelam Buat Bunga
Eits, tapi ini bukan nyelam beneran lho kawan-kawan :D. Maksudku, ketika di rumah si Ibu tadi, kami juga diajarin buat bunga. You know, si Ibu rupanya jago buat bunga dari plastik asoy alias plastik yang biasa digunakan untuk membungkus belanjaan. Hanya saja plastik yang digunakan si Ibu memang plastik yang khusus untuk buat bunga ini, yang bahannya sama dengan plastik asoy itu. Ukurannya sekitar 1 meter per buah. Si Ibu biasanya membeli dalam jumlah yang banyak, selain supaya lebih murah, juga karena lokasi pembeliannya jauh dari rumah beliau.

Hampir semua bunga yang ada di rumah si Ibu adalah bunga buatan tangannya sendiri. Waktu melihat bunga-bunga itu pertama kali, aku pikir bunga-bunga itu dibeli di pasar. Ternyata, buat sendiri. Si Ibu memang luar biasa. Apalagi, dari cerita si Ibu, beliau juga menjual bunga-bunga itu ke pasar atau ke orang-orang yang mau pesta.  Hasil penjualannya digunakan si Ibu untuk tambahan menutupi kebutuhan sehari-hari. Wuah…, ibu yang kreatif dan cerdas ya.

Dan momen seperti ini gak mau kubiarkan begitu saja. Keluarlah naluri presenter, wartawan, atau apalah namanya dari dalam diriku, hehe. Jadilah diriku tanya banyak hal ke si Ibu. Begitu juga Nurul yang sejak dari awal memang turut bersamaku. Semua yang nimbrung di kepalaku terkait bunga itu kutanyakan satu demi satu ke si Ibu. Mulai dari cara membuatnya, lama pembuatannya, dan lain sebagainya. Alhamdulillah si Ibu menjawab semua pertanyaan kami dengan lengkap dan sabar.

Di akhir penjelasan si Ibu tentang bunga itu, kami di kasih sampel pola dasar bunga itu. Tentu ini sangat membantu kami untuk melaksanakan niat kami mempraktekan pembuatan bunga itu sesampainya di Medan.

Dari Dua Jadi Delapan
Tak berapa lama, aku melihat 4 orang anak muda FLP, kak Fadli, Cipta, Fadli dan Jaka lewat di depan rumah si Ibu. Seperti hendak menuju masjid lagi. Tanpa tunggu lama, aku pun memanggil mereka untuk singgah ke rumah si Ibu. Sebenarnya agak segan juga, hehe. Secara awak kan bukan tuan rumah, kenapa jadi seperti tuan rumah ^_^. Tapi niat awalku hanya ingin mengenalkan si Ibu dengan FLPers yang lain. Supaya silaturrahim itu lebih berkesan.

Gak lama kemudian, muncullah 2 bidadari yang lain yaitu Endang dan Kyo. Bisa dibayangkan betapa ramainya rumah si Ibu ketika itu. Ehm, tapi serulah, hehe. Si Bapak yang juga turut menyambut dan mengajak kami ngobrol walau tak seintens si Ibu (maklum, soalnya si Bapak sedang mengurus peralatan masjid juga ketika itu). Ah.., pokoknya ini jadi salah satu unforgetable moment-lah ^_^. At the end, kami dapat keluarga baru di kampuang orang =).

(Masih bersambung. Ehm, bakal ada cerita seru lagi setelah ini. Satu episode lagi untuk tanggal 16 ini. Stay tune terus ya ^_^)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s