Aku dan FLP #1


Oleh: Fitri A.B.

Berkenalan lewat Buku
Mengenal FLP pertama kali waktu aku masih Aliyah/SMA kelas 2 awal, sekitar tahun 2005. Bukan lewat siapa-siapa tapi lewat sebuah buku. Jadi, ketika itu ada tugas meresensi buku dari guru Bahasa Indonesiaku. Aku yang semangat bacanya baru saja bersemi lagi, belum punya buku yang enak dan menarik untuk diresensi. Ehm, jadilah aku meminjam ke salah seorang temanku yang kutahu selalu paling rajin beli buku. Dan kabarnya dia punya koleksi buku yang lumayan banyak. Inilah enaknya punya teman yang mengerti awak, hehe. Akhirnya, buku yang jadi bahan tugasku adalah salah satu buku dia. Nama temanku itu Tika ^_^.

Buku yang kupinjam itu covernya warna biru dan ada gambar 2 tokoh dalam cerita itu, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Cocoklah dibaca untuk anak seusiaku ketika itu. Ya, of course, temanya ada bersinggungan dengan cinta, persahabatan, dan sebagainya. Judul buku dan nama penulisnya, aku lupa, hehe. Aku tidak meminta buku itu sebenarnya. Tapi buatku ketika itu, dipinjamkan saja sudah syukur. Jadi, gak perlu banyak milih. Karena pada akhirnya, buku itu memang buku yang tepat untuk kuresensi. Aku suka ceritanya.

Sebagai orang yang semangat baca dan nulisnya baru bersemi lagi, aku baca tiap halaman buku itu. Mulai dari pendahuluan sampai halaman paling belakang. Ehm, akhirnya, tahu-lah aku bahwa penulis buku itu adalah bagian dari satu organisasi menulis yang bernama FLP alias Forum Lingkar Pena. Ini kali pertama aku baca buku anggota FLP. But serious, after that, aku jadi penasaran sama FLP. Tapi sampai disitu, aku tak tahu harus menuntaskan rasa penasaranku ini kesiapa.

Makin Dekat Lewat Proposal
Kelas 2 Aliyah adalah masa-masa paling berkesan buatku. Ketika itu aku terlibat aktif dalam OSIS di sekolahku. Aku diamanahkan menjadi sekretaris 1 OSIS. Ehm, itu pun setelah melalui proses yang cukup berliku-liku dan berkesan. Soalnya my rival is my best friend, Zaini. Cerita lengkapnya akan kuceritakan di catatanku yang lain ya, hehe.

Beside that, aku terlibat juga dalam komunitas wartawan sekolah yang digawangi kak Sukma (mantan Ketua FLP Sumut) dan Kak Fadli (Ketua FLP Sumut yang sekarang). Ketika itu, kak Sukma dan kak Fadli yang juga alumni sekolahku plus mantan pengurus OSIS di sekolahku, datang menghampiriku dan beberapa temanku yang lain. Sebenarnya sebelumnya mereka sering juga datang ke sekolah kami beserta para alumni yang lain, apalagi jika ada acara OSIS yang membutuhkan instruktur alumni.

Mungkin bersebab aku dan beberapa kawanku yang lain baru mengikuti Latihan Kepemimpian Dasar (LKD), jadilah kami yang dipilih untuk gabung di tim ini. Ehm, kebetulan kami berlima (aku, Reni, Nurul, Mulyadi, dan Husni) termasuk peserta terbaik dalam LKD itu dan terpilih sebagai instruktur. Hingga akhirnya, dinilai layak menjadi pengurus OSIS. Tapi gak tahu juga ya, mereka memilih kami atas dasar apa pastinya, hehe.

Dari rapat ke rapat, akhirnya sah-lah kami menjadi wartawan sekolah di sekolah kami. Dari rapat ke rapat pula, akhirnya aku bertemu dengan contoh proposal FLP, hehe. Tepatnya FLP Sumut. Kebetulan waktu itu aku jadi sekretaris redaksinya, jadilah semua urusan surat dan proposal aku yang urus. Wuah…, rasa penasaranku kembali lagi. Bahkan lebih hebat. Akhirnya, aku menyimpulkan kalau kak Fadli dan kak Sukma adalah pengurus FLP Sumut.

Kucoba menuntaskan rasa penasaranku itu dengan meng-sms kak Sukma segera. Gini isi sms-ku, jangan ketawa ya ^^.

“Kak FLP itu apa? Kami ini termasuk anggota FLP juga gak kak?”
Kalau aku analisis isi sms-ku itu sekarang, kesannya aku ke-PD-an ya, hehe.

Baiklah, ceritanya kita lanjutkan lagi. Menunggu dan menunggu. Ternyata sms-ku tak dijawab-jawab juga oleh kak Sukma. Mungkin beliau juga bingung ya harus jawab apa untuk pertanyaanku yang “luar biasa” itu, hehe.

Di Brosur itu Ada Nama FLP Sumut
    Ketika itu jamnya istirahat. Aku berjalan mendekati mading sekolahku. Tanpa sengaja aku bertemu dengan kak Fadli di sana. Kulihat dia sibuk menempelkan brosur di mading itu. Selesai brosur itu ditempel, aku pun membaca kata demi kata yang ada di brosur itu. Sengaja sebelum yang menempel alias kak Fadli pergi. Kalau ada pertanyaan kan bisa langsung tanya, hehe.

Gayung bersambut ternyata. Itu adalah brosur penerimaan anggota FLP Sumut angkatan pertama. Waw…, benarkan kalau itu gayung bersambut? ^_^ Akhirnya, dengan penuh semangat dan antusias aku pun mencatat semua info yang ada di brosur itu. Menanyakan kak Fadli kejelasan syarat-syaratnya dan lain sebagainya. Dan akhirnya,  kisahku dengan FLP pun makin serius….. ^_^
(Bersambung… )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s