Puisi Fitri A.B.


JANGAN  MARAH…

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Jangan marah…
Karena aku telah meninggalkanmu
Saat mendung mulai menaungi relung hatiku dan hatimu
Dan kini kau telah dibasahi kesedihan
Bila kau berkenan…
Aku mampu membawakanmu sebuah payung
Bahkan memayungimu sampai bianglala menyapa
Lalu menggenggam tanganmu
Dan melangkah menuju sebatang pohon nan rindang
Hanya untuk melepas amarah…

Medan,11 Maret 2007

HARI INI

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Hari ini…aku takjub pada dedaunan kering
Masih saja tetap bergantung pada ranting
Seperti menantang mendung diakhir petang
Berusaha menjunjung kebebasan berkarang
Meski setitik gerimis datang menjelang

Medan,26 April  2007

SERENADA JANJI

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Serenada janji berjalan pasti
Mengikat alur terkendali
Begitu memikat dan rapi
Sempurna penuh arti

Qada bersanding qadar
Menuntut tekad menjunjung sabar
Demi hidup yang perlahan bergulir
Sampai hati tak lagi berdebar

Medan,27 April 2007

HARAPAN SANG PENGHARAP

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Biar kucoba menghalangi awan yang berjalan perlahan
Berharap disana ada sebuah jawaban
Tentang senja yang tak kunjung menyapa
Sedang seribu hari selalu bertanya

Biar kumulai mengarungi detik terbentang
Berharap sampai diujung kayuhan dayung
Agar aku tak lelah lagi melewati pagi
Begitupun menanti senja disore ini

Medan,27 April 2007

WARNA-WARNI MEMORI

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Tangis gerimis menjelma bingkai kenangan
Tersemat rekaman perjalanan sebuah hati
Pernah sesaat pahit menyinggahkan
Mencurahkan warna-warni sepanjang memori

Medan,27 April 2007

SALAM

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Mungkin ragu telah membatu dihatimu
Sampai sebuah sapa tertahan disemua waktu
Ingatan pun hanya masa lalu
Sesaat melabuh dan berlalu

Salam untuk kata yang pernah terangkai
Sempat membuatku selalu mengerti
Yang hadir hari ini…
Esok akan beranjak pergi.

Medan,28 April 2007

SEPOTONG REMBULAN

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara
Tak mungkin jemariku cukup menghitung bintang
Lelah pasti menggerogotiku tanpa permisi
Saat sepotong rembulan mulai berpaling
Aku berhenti menghimpun jemari

Mata kupejam dibawah langit penghabisan
Hanya sekejab dihadapanku ada biru dan putih
Membentang melebihi batas mata
Rupanya malam telah meninggalkanku

Medan,28 April 2007

PENGIRING HATI

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Aku kembali menyemai mimpi
Menabur cita demi sebuah asa
Jangan kira aku mengada-ada
Membiarkan semua termakan hari-hari

Kuambil air dari mata air keyakinan
Menjadi penyiram sepanjang pengharapan
Kutunggu mimpi menjadi pasti
Pengiring hati saat langkah terhenti

Medan,28 April 2007

SENANDUNG YANG MENGALUN

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Disana ada senandung mengalun
Ditarikan bertangkai-tangkai daun
Dilagukan langkah-langkah kesepian
Tak usai sepanjang perjalanan

Disini ada seberkas kecemasan
Dihimpun waktu menjadi masa lalu
Disambut asa menjadi harapan
Tak henti memujuk berlapis ragu

Medan,12 Juni 2007

SERUMPUN RINDU

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Serumpun rindu mengelilingiku
Melemparkan seribu tanya kesungguhan
Aku pun tak sanggup mengucap kebenaran
Diamku disebabkan ragu

Gelora tetap saja beergemuruh
Menghantam jiwaku perlahan-lahan
Sampai aku mulai rapuh
Oh…ketenangan

Medan,12 Juni 2007

SAMBUT AKU

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

KarenaMu ada cinta tertanam
Tumbuh seiring perjalanan hati
Berjuang melewati setiap musim
Hingga akhirnya cinta ini benar bersemi
Menghembuskan wewangian jannah
Menghapuskan keraguan qalbu
Sambut aku Rabbi…

Medan,12 Juni 2007
JALAN INI

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Aku telah memilih jalan ini
Mengikhlaskan langkah untuk melaluinya
Aku tahu…ada seribu paku menunggu
Mengharapkan azzam terlerai begitu saja
Tetap saja aku akan melangkah
Lihatlah…ghirahku menjelma seorang mujahidah
Peluhku…menjadi tinta sejarah yang tak ada habisnya
Kesabaranku mengantarkanku kepadaNya

Medan,12 Juni 2007

HARUS KUKATAKAN

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Harus kukatakan saat ini
Aku ingin melewati malam dan pagi
Hanya sendiri saja
ditemaniMu yang membawa segenggam cinta

Harus kukatakan jua…
Aku tak mau menjalani malam dan pagi
Hanya sendiri saja
Dirangkul hawa nafsu pecinta dunia

Medan,12 Juni 2007

SELALU ADA

Oleh:Fitri Amaliyah Batubara

Ada yang rindu kepadaNya
Rindu pada cinta dan rahmatNya
Ada yang menangis karenaNya
Menangis mengharapkan hidayah
Ada yang bersimpuh dihadapanNya
Bersimpuh sepanjang pengharapan
Ada yang cinta kepadaNya
Cinta yang tak pernah berujung

Medan,12 Juni 2007

Iklan

Aku dan FLP #2


Oleh: Fitri A.B.

Semangat Ngajakin Satu sekolah
Sesuai harapan dan pesan kak Fadli agar diriku ngajakin kawan-kawan satu sekolah untuk gabung di FLP Sumut, jadilah diriku berusaha untuk melaksanakan harapan dan pesan itu. Yang kulakukan pastinya adalah minta izin ke kak Fadli untuk mencantumkan nama dan nomor HP-ku di brosur itu. So, teman-teman satu sekolah yang mau daftar bisa bareng diriku. Soalnya, samaku juga ada beberapa formulir pendaftaran yang masih kosong, hehe.

Setiap berkunjung ke kelas temanku, aku juga tak lupa untuk promosi soal ini. Seperti biasa, ada yang antusias dan ada yang biasa-biasa saja =). Tapi pada akhirnya, dari sekian lama aku promosi disertai semangat yang berpangkat-pangkat, hanya ada beberapa orang yang tertarik. Tak apa, mungkin di lain waktu mereka akan tertarik untuk bergabung. Soalnya, kebanyakan alasan mereka adalah tak punya waktu untuk itu saat itu.

Dan Pencarian pun Dimulai
Pada hari yang udah aku dan beberapa temanku sepakati, yaitu saat pulang sekolah, jadilah misi untuk mendaftar ke FLP Sumut diupayakan. Pencarian alamat pun dimulai. Maklum, diriku sendiri pun sebenarnya tak tahu sama sekali dimana lokasi FLP Sumut. That’s the first time for me =D. Dan kawan-kawanku tahu itu. Biar mereka tidak kecewa kalau pada akhirnya harus berlelah-lelah mencari alamat itu.

Yang aku tahu dari kak Fadli, alamatnya dekat kampus IBBI, JL. Sei Deli. Tepatnya, dari sekolah kami, kami harus naik angkutan yang arahnya ke daerah Carefour (waktu itu belum ada). After that, kami berhenti di dekat jembatan sungai Deli. Lalu berjalan ke arah jalan yang ada masjid dan kuburannya.

Turunlah kami di jalan yang sesuai dengan petunjuk kak Fadli itu. Kami berjalan melewati masjid dan kuburan itu. Kemudian melewati sebuah SD dan kampus IBBI itu. Melewati kampus itu kami bingung harus kemana lagi. Atas inisiatifku, bertanyalah kami ke pengemudi becak motor yang tengah parkir di sana. Aku bertanya dimana posisi Gang Sauh. Sebab FLP Sumut memang ada di Gang Sauh.

Ternyata abang tukang becaknya berniat menipu kami. Wah…., dipikirnya kami ini anak SMA yang bisa ditipuin. Kau tahu kawan, dia bilang posisi Gang Sauh itu jauh dari kampus IBBI itu. Kami harus naik becak dan mutar jalan. Padahal sesuai penuturan kak Fadli, lokasinya tidak jauh dari kampus itu. Sorry, kami tidak bisa ditipu =).

Kelihatan sekali wajah kecewanya si Abang tukang becak ketika kami tidak mengiyakan tawarannya. So, pencarian pun kami lanjutkan. Kami berjalan sambil lirik bagian kanan dan kiri jalan. Berharap menemukan Gang Sauh itu. Dan Alhamdulillah, ternyata memang benar, Gang Sauh itu dekat sekali dari kampus IBBI =D. Coba kalau kami terima tawaran tukang becak tadi? ^_^

FLP Sumut ternyata bermarkas di rumah yang sederhana. Kata kak Fadli dan kak Sukma  namanya Rumah Cahaya atau Rumcay. Terbangun di tengah-tengah ruko dan hiruk pikuk kota Medan. Tapi selain Rumcay, ada beberapa rumah warga juga di sana. Rumah-rumah yang sederhana dan terkesan tersesmbunyi dari keramaian. Tapi lingkungan di sana cukup nyaman. Dan penduduk yang tinggal di sana sampai hari ini sangat ramah pada kami.

Bukan Modal Nekat
Kami mendaftar alias mengembalikan formulir sekaligus langsung testing dan interview. Biar cepat selesai dan hati pun lega. Sebelum interview kami harus jawab test tertulis dulu. Ehm, kalau kuingat soal-soal yang ada di selembar kertas kecil itu susah-susah gampang. Tentu bukan soal Bahasa Inggris, Matematika, atau yang lainnya. Semua pertanyaan yang tertera berhubungan dengan dunia tulis menulis.

Alhamdulillah, sebelumnya aku sempat baca soal FLP dan sejarahnya. Berkat pelajaran Bahasa Indonesia di sekolahku, aku pun tahu sedikit-sedikit tentang dunia sastra dan para penulisnya. So, aku tak begitu merasa kesulitan untuk menjawab soal-soal itu =).

 

Berlanjut ke interview. Yang mewawancaraiku ketika itu adalah kak Nihayah Rambe. Aku tidak pernah ketemu beliau sebelumnya. Tapi sebelumnya kak Sukma pernah bercerita sedikit tentang beliau. Kak Nihayah jago buat puisi. Salah satu puisinya pernah kami terbitkan di buletin kami ketika itu. Oh ya, nama buletin sekolah kami ketika itu adalah Nafla. Sekarang kak Nihayah sudah berkeluarga dan sudah dikaruniakan seorang anak sholeh ^_^.

Sempat tertegun juga pertama kali bertemu beliau. Aku yang penyuka puisi ini dan ketika itu belum ada apa-apanya sudah pasti surprise bisa bertemu dengan beliau. Walaupun salah satu puisiku ada yang udah terbit di Waspada sebelumnya, tapi buatku diriku belum ada apa-apanya. Masih harus banyak belajar dari orang lain.

Buatku gak bisa cuma modal nekat untuk daftar di FLP Sumut. Harus benar-benar prepare disertai semangat yang berpangkat-pangkat =D. Masuk ke FLP Sumut buatku bicara masa depan juga. Aku yakin bahwa dengan gabung di FLP Sumut, mimpiku untuk jadi penulis akan lebih mudah. Ya, sebab jika bergabung di dalamnya pastilah akan bergabung dengan orang-orang yang punya kesukaan dan semangat yang sama di dunia tulis menulis. Of course, akan lebih mudah mendapatkan momen saling mengingatkannya.

#Menulis sepotong kenangan saat 2006 di 22 Juni 2012