Membincangkan Rindu #2


Oleh: Fitri A.B.

Kau benar, rindu adalah lirik paling sunyi dari tiap langkah kita yang masih menegak hingga hari ini. Kita tak akan pernah menemu wujudnya. Tapi, kita bisa mendengarnya pada rinai hujan, bisik dedaunan, geliat angin, ilalang-ilalang berembun di kota kita dan tentu di ruang paling sendu mata itu. Rindu, kurasa kau pun (pernah) akrab dengannya.

Kau pun pasti tahu, bahwa akhir dari rindu adalah pertemuan. Meski sebentar, meski tak direncanakan. Kurasa kita pun sama-sama tahu, bahwa tiap kali rindu menjadi penunggu paling setia di sudut paling sembunyi hati kita, Allah menjadi yang pertama sekali menyaksikan dan mendengarnya. Semoga kita tak lupa untuk menugu rindu itu pada-Nya, agar tak keliru. Sebab rindu kita pada yang lain jika tak kita bingkai dengan sebaik-baik bingkai, rupanya bisa menjadi penyebab jauhnya kita dengan Rabb kita.

-240312-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s