YJK #4: Mereka Masih Memanggilku Bunda


Oleh: Fitri A.B.

 

Sudah agak lama juga tidak ke sekolah itu. Sekolah setingkat SMA dimana aku pernah diterima mengajar di sana. Salah satu sekolah Aliyah favorit dan bagus di kota ini. Dan kabarnya sebentar lagi akan menjadi sekolah bertaraf internasional. Ada perasaan senang, haru, canggung dan lain sebagainya hinggap di benakku. Sebab segala kenangan dan harapan yang pernah ada datang tanpa permisi di hadapanku. Semua terkait kenapa aku tak lagi mengajar di situ. Tak ada kesalahan yang kuperbuat hingga aku tak lagi mengajar di situ, hanya saja Allah tahu apa yang terbaik untukku. Mungkin Allah lebih berkehendak jika aku focus dan serius pada hal lain, demi cita-citaku yang lain, yaitu be a lecturer =). Ah, rupanya kenangan itu pun datang lagi ketika aku menuliskan ini, hehe ^_^.

 

Kemarin aku kesana untuk satu keperluan. Hendak merampungkan tugas kuliahku yang mengharuskan kami untuk observasi langsung ke sekolah. Hendak menyebar lembaran angket dan lembar test uji kemampuan untuk lebih kurang 40 siswa. Kenapa harus ke sekolah itu? Hm, jadi aku memilih sekolah itu karena aku merasa lebih gampang dapat izin dari pihak sekolahnya. Dan benar saja, aku diperbolehkan menyebarkan lembaran angket dan testku itu tanpa syarat yang memberatkan. Alhamdulillah ya. ^_^

 

Aku datang 45 menit lebih awal sebelum benar-benar masuk ke kelas yang akan kutuju. Ke kelas yang saat itu memang sedang ada pelajaran Akidah Akhlak. Nah, jadi, lembaran-lembaran yang akan kusebar itu adalah lembaran yang berisi tentang minat siswa terhadapa mata pelajaran Akidah Akhlak dan satu lagi berisi soal-soal tentang pelajaran itu juga. Perintah dosennya begitu. Harus sesuai dengan bidang studi yang ditekuni ketika S1. So, I choose this subject. ^_^

 

Ketika hendak menyebarkan lembaran-lembaran tersebut, tentu aku tidak langsung masuk ke dalam kelas yang menjadi tujuanku. Aku menunggu beberapa menit. Aku harus meminta izin dulu pada guru yang akan mengajar di jam itu.

 

Selama menunggu, ada kejadian yang membuat hatiku terharu. Hm, para siswa yang dulu pernah kuajarkan bidang studiku menghampiriku dengan hangat dan senyum yang rupanya termasuk salah satu hal yang kurindukan. Mereka menyalamiku bergantian. Mereka menanyakan kabarku dan tentu, perihal kenapa aku tak lagi mengajar di kelas mereka. Mereka menyampaikan ingin mereka agar aku mengajar lagi. Dan mereka ternyata merinduiku. Aku terharu. *_*

 

Ada satu hal lagi, beberapa siswa kelas 3 yang dekat denganku dan juga anggota OSIS sekolah itu rupanya kehilangan diriku. Aduh, makin terharu aku jadinya *_*. Ah ya, kemarin diriku sempat diamanahkan untuk menjadi pembimbing mereka. Jadi, begitu melihatku, mereka menyerbuku, menyalamiku dan menyapaku dengan hangat. Wah, unforgettable moment nih kayaknya, hehe. Kurasa mereka pun merinduiku. ^_^

 

Di lain lokasi tempatku menunggu. Aku bertemu dengan para siswaku yang sedang mengikuti ujian Sejarah. Mereka ujian dengan system bergantian. Ada yang duluan dan ada yang belakangan. Nah, jadi sempat juga aku mengobrol dengan mereka yang dapat giliran belakangan. Lagi-lagi, aku mendapat salam, sapa, dan senyuman hangat. Dan ternyata, mereka tidak lupa dengan tips supaya gampang menghafal pelajaran yang pernah kuberi dulu. Aku memang senang berbagi tips-tips cara belajar dan menghafal yang gampang pada mereka. Karena menurutku, mengajar tidak hanya semata mengajarkan apa yang ada di buku atau sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Mengajar itu memberikan apa yang mereka butuhkan. Dan buatku mengajar juga bukan hanya menyampaikan segudang teori, tapi juga harus dibarengi dengan contoh yang baik (Pendidikankarakter.com), hehe. Yah, begitulah yang selalu kuusahakan setiap memasuki kelas yang ada bidang studiku dulu. Ups, pada adik-adik yang les privat Bahasa Inggris denganku sekarang, aku juga menerapkannya ^_^. Harapannya, mereka menjadi pribadi yang suka dengan kegiatan belajar dan selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam hal apapun.

 

Well, setelah dapat izin dari Pengganti Kepala Sekolah (PKS) 3 dan guru bidang studi yang mengajar di jamku untuk menyebar lembaran angket dan test itu, aku pun mulai beraksi. Awalnya, para siswa mengira aku akan mengajar lagi. Sebagaimana dulu. Tapi, setelah kujelaskan maksud kedatanganku, akhirnya mereka paham.

 

Di setiap sudut aku melihat wajah antusias mereka mendengarkan keteranganku. Kurasa ini akibat sudah lama tak berjumpa. Di satu sudut kelas, ada yang menantapku sambil tersenyum dan di sudut lain ada yang sesekali menyambut ucapanku. Suasana itu mengingatkanku pada masa-masa aku mengajar mereka dulu. Hm, tu kan teringat lagi, hehe.

 

Kasihan juga sebenarnya dengan mereka. Soalnya ni ya, aku memberi mereka 46 pernyataan yang harus mereka lingkari di lembar angket yang kuberikan. Setelah itu, aku pun harus memberikan mereka 54 soal test Akidah Akhlak. Hm, baru ketemu udah langsung ngasih soal yang segudang, hehe. Alhamdulillah, mereka tak memberikan keluhan yang berarti. Mereka begitu sabar mengerjakannya. (Makasih banyak ya nanda sekalian… ^_^)

 

Ah ya, di sekolah ini, guru perempuan dipanggil Bunda, termasuk aku. Dan…, aku masih saja dapat sebutan itu dari mereka meski aku tak lagi mengajar di situ. Di manapun dan kapanpun aku bertemu dengan mereka, mereka masih saja menyebutku Bunda. Emang benar ya, guru itu akan selalu diingat oleh para siswanya. Adalah wajar jika seorang guru lupa nama siswanya. Sebab ada banyak siswa yang telah diajarinya. Nah, kalau siswa yang lupa pada gurunya? Wah, itu gawat. Harus istighfar secepatnya, hehe.

 

*Tentang kemarin di 010312

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s