Tak Sekedar Kenal, Tak Sekedar Cinta


Oleh: Fitri A.B.*

Tentu berbeda antara kenal dengan sekedar kenal dan antara cinta dengan sekedar cinta. Bila kita mengaku kenal seseorang, pasti kita tahu siapa dia sebenarnya. Kapan ia lahir, di mana rumahnya, apa warna kesukaannya, apa hobinya, hal apa saja yang ia sukai dan hal lainnya. Bila kita mengaku cinta pada seseorang tentu kita tahu bagaimana cara terbaik mencintainya dan akan berusaha untuk setia dan menyenangkan hatinya. Kalau begitu, siapa sajakah orang yang paling kita kenal dan cinta saat ini?

Asal mula cinta adalah perkenalan yang mengesankan. Ya, perkenalan semacam titik penentu kemana kita selanjutnya. Bolehlah sejenak kita mengingat perkenalan mengesankan kita dengan orang-orang yang kita cintai saat ini. Perkembangan IPTEK saat ini pun mencoba menghilangkan makna perkenalan itu sendiri, bahwa tanpa pertemuan pun perkenalan bisa terjadi. Lewat situs jejaring sosial, siapa saja bisa mengenal siapa saja.

Lalu pertanyaannya, adakah nama Rasulullah Muhammad saw di antara sosok yang paling kita kenal dan cintai? Seberapa kenal dan cintakah kita pada sosok yang begitu mengkhawatirkan kita hingga di penghujung hidupnya?


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam: Sosok yang Menyejarah

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. al-Ahzab (33) : 21)

Sebagaimana yang dituliskan oleh Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Sirah Nabawiyah, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dilahirkan di tengah keluarga Bani Hasyim di Makkah pada Senin pagi, tanggal 9 Rabi’ul-Awwal, permulaan tahun dari peristiwa gajah dan empat puluh tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan, atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan April tahun 571 M.

Ibnu Sa’d meriwayatkan, bahwa ibu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, “Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana-istana di Syam.”

Ahmad juga meriwayatkan dari Al-Arbadh bin Sariyah, yang isinya serupa dengan perkataan tersebut.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah sosok yang istimewa. Keistimewaannya tersebut telah tampak sejak masa kelahiran beliau. Banyak peristiwa yang tidak terbayangkan sama sekali terjadi. Selain apa yang dialami oleh Aminah, ibu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ada hal menakjubkan lainnya yang terjadi. Masih dalam Sirah Nabawiyah yang dituliskan oleh Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, diriwayatkan bahwa ada beberapa bukti pendukung kerasulan, bertepatan dengan saat kelahiran beliau, yaitu runtuhnya sepuluh balkon istana Kisra, dan padamnya api yang biasa disembah orang-orang Majusi serta runtuhnya beberapa gereja di sekitar Buhairah setelah gereja-gereja itu ambles ke tanah.

Sosok Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang menyejarah adalah bukti keistimewaan beliau, bukan hanya di mata sebagian orang tapi bagi seluruh orang di dunia ini. Bahkan Michael H. Hart yang seorang Nasrani dalam bukunya 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Sepanjang Sejarah memposisikan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai sosok pertama yang paling berpengaruh tersebut. Bukan tanpa sebab Michael H. Hart menuliskan hal itu. Dalam bukunya ia menuliskan bahwa ia memilih Muhammad Saw. Sebagai tokoh teratas dalam daftar paling berpengaruh di dunia karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah satu-satunya orang dalam sejarah yang sangat berhasil baik dalam hal keagamaan maupun dunia.

Michael H. Hart juga menuliskan bahwa dari asal-usulnya yang bersahaja, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendirikan dan mengembangkan salah satu agama besar dunia (Islam), serta menjadi pemimpin politik paling efektif. Bagi kita yang Islam, seperti apakah sosok Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di benak kita?

Mengenali, Mencintai dan Meneladani Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Banyak cara untuk mengenali, mencintai dan meneladani Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tapi semua berpulang pada hati kita masing-masing. Semua berpulang pada niat kita. Sebab tidak jarang, ada orang yang mengaku mengenal dan mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tapi tidak tahu kapan beliau dilahirkan, siapa nama ayah dan ibu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bagaimana perjuangan hidupnya dan lain sebagainya. Dan semoga kita tidak termasuk di dalamnya.

Mengenali Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bisa dimulai dengan menumbuhkan ketertarikan kita untuk membaca dan mengetahui risalah yang dibawa oleh beliau. Dari sinilah kiranya cinta itu bermula dan berkepanjangan. Bukankah kita belum sempat bertemu dengan beliau? Maka, Al-Qur’an, Hadits dan buku-buku yang berisi perjalanan dan perjuangan hidup Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah jembatan paling kuat bagi kita untuk mengenal sosok Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kita juga bisa mencari sumber bacaan yang terpercaya tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melalui internet. Bahkan, E- Al-Qur’an pun kini sudah ada.

Begitu pun, memang sudah seharusnya kita mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Berkat pengorbanan dan perjuangan beliau, kita bisa merasakan nikmatnya berislam. Nikmatnya menjalani hidup di bawah aturan Allah yang sama sekali tidak pernah memberatkan. Nikmatnya bertuhankan Allah dengan sepenuh keyakinan dan keikhlasan. Maka, meneladani sosok Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah pintu utama datangnya cinta itu.

Biasanya, seseorang akan membuat senang sosok yang ia cintai. Tak akan pernah membuat orang yang ia cintai marah. Yang jelas, ingin selalu terlihat sempurna di mata orang yang ia cintai. Lalu, bagaimana dengan cinta kita pada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam? Jika kita mengaku mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, pastilah kita pun ingin selalu terlihat sempurna menjalankan apa-apa yang pernah beliau kerjakan. Pastilah kita akan berusaha dekat pada Allah sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu berusaha untuk bisa dekat pada Allah, meskipun beliau sendiri telah dijamin Allah menjadi penghuni surga-Nya.

Dan untuk segala kebaikan, pengorbanan dan perjuangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mengenal, mencintai dan meneladaninya adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan sepanjang hidup kita. Segenap perilaku Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah contoh yang jika kita tiru bisa mendekatkan kita pada Allah. Bila kita ikhlas melakukannya, sungguh ada balasan tak terhingga dari Allah.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. al-Ahzab: 70-71)

“Barangsiapa yang beramal salih dari kalangan lelaki ataupun perempuan sedangkan dia beriman, niscaya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan Kami sempurnakan balasan untuk mereka dengan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang telah mereka lakukan.” (QS. an-Nahl: 97).

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal salih, mereka itulah sebaik-baik makhluk. Balasan bagi mereka adalah surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka, dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itulah balasan bagi orang-orang yang takut kepada Rabbnya.” (QS. al-Bayyinah: 7-8)

Sungguh, kita masih punya kesempatan untuk mengenal dan mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam lebih dekat, lebih dalam. Dan tidaklah sempurna hidup dan cinta yang kita punya jika kita hanya sekedar kenal dan sekedar cinta pada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dan jika dalam daftar sosok yang kita cinta tak ada nama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Jadi, mari mengenali, mencintai, dan meneladani sosok Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan setulus jiwa dan sepenuh hati. Kelak, semoga kita bisa bertemu dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di surga-Nya. Aamiin. Wallahua’lam.

*Penulis bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP) Sumut, mahasiswi Pascasarjana UNIMED dan telah menulis beberapa buku antologi.

<Telah diterbitkan di Buletin LDK Al-Izzah IAIN SU/ http://ldk-izzahsu.blogspot.com/2012/02/phbi-maulid-nabi-muhammad-saw-1433h.html pada 14 Pebruari 2012>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s